Ancam Batal Akuisisi Twitter, Apa Niat Sebenarnya Elon Musk?

Ancam Batal Akuisisi Twitter, Apa Niat Sebenarnya Elon Musk?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 08 Jun 2022 06:47 WIB
Elon Musk
Elon Musk. Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI
Jakarta -

Drama pembelian Twitter oleh Elon Musk masih terus berlanjut. Setelah sempat menangguhkan proses akuisisi, kini Musk mengancam akan membatalkan perjanjian tersebut. Apa ada udang di balik batu di balok ancaman itu?

Seperti diberitakan, tim hukum Musk mengklaim Twitter tak memberi infor soal masalah bot di platform-nya "Mr. Musk percaya perusahaan secara aktif menolak dan menggagalkan hak informasinya (dan kewajiban terkait perusahaan) di bawah perjanjian merger," tulis surat itu.

Namun jika Elon memang sungguh cemas soal akun spam, seharusnya dia sudah harus meminta informasinya sebelum sepakat membeli Twitter, bukan malah sekarang.

Mungkin Elon berniat menurunkan harga pembelian Twitter sehingga sengaja memunculkan masalah tersebut. Saat ini saja harga saham Twitter sudah anjlok USD 39 per saham, padahal Elon sepakat membeli di angka USD 54.

"Penjelasan yang mungkin adalah penurunan valuasi yang membuat angka USD 54 itu terlihat sangat murah hati," sebut Guardian yang dikutip detikINET.

Atau bisa saja memang Elon Musk sudah tidak berniat membeli Twitter karena satu dan lain hal. Jika batal, Elon harus membayar Twitter senilai USD 1 miliar sesuai perjanjian.

ebelumnya Twitter mengklaim jumlah akun bot di platform mereka tidak sampai 5% dari jumlah total pengguna. Tapi Musk meragukan klaim tersebut dan memutuskan menangguhkan perjanjian sampai Twitter membuktikan akurasi angka tersebut.

Juru bicara Twitter Brian Poliakoff mengatakan pihaknya telah bekerjasama dengan Musk dan akan terus membagikan informasi. "Kami berniat untuk menyelesaikan transaksi dan menegakkan perjanjian merger dengan harga dan persyaratan yang disepakati," kata Poliakoff.

Simak Video 'Elon Musk Ancam Bakal Batalkan Pembelian Twitter':

[Gambas:Video 20detik]



(fyk/afr)