Startup Dilanda Gelombang PHK, Pakar: Gelembung Sudah Bocor

Startup Dilanda Gelombang PHK, Pakar: Gelembung Sudah Bocor

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 02 Jun 2022 15:05 WIB
Ilustrasi wanita menggunakan laptop dan ponsel
Ilustrasi pegawai startup (Foto: Getty Images/iStockphoto/Geber86)
Jakarta -

Gelombang PHK tengah menimpa berbagai startup baik di dalam maupun luar negeri. Sebenarnya, apa yang sedang terjadi di balik kondisi yang suram tersebut?

Di Indonesia sejak akhir Mei, ada beberapa startup tercatat melakukan PHK. Perusahaan dompet digital LinkAja, edtech Zenous, sampai platform e-commerce JD.ID memangkas sebagian karyawannya.

Di luar negeri, situasinya juga memburuk bagi sebagian startup. Penelusuran dari agregator layoffs.fyi menyebut total 15 ribu pegawai di jagat teknologi kehilangan pekerjaannya di berbagai negara.

Inflasi dan suku bunga tinggi sampai perang di Ukraina menekan performa startup dan perusahaan teknologi secara umum. Perusahaan besar termasuk Meta dan Twitter juga terimbas dan mengatakan tidak ada pembukaan lowongan kerja untuk sementara.

Namun tidak hanya itu saja. Setelah masa yang bisa dikatakan sebagai bulan madu bagi startup dengan guyuran pendanaan besar, maka kini situasinya sudah berbeda.

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan bahwa pada saat ini, investor mulai melakukan perhitungan atas investasi besar yang sudah mereka tanamkan. Maka terjadilah efisiensi.

"Iya saat ini para investor sudah pada taraf ingin mengambil untung dari investasi gelombang startup pertama, setidaknya mengembalikan modal mereka sehingga startup didorong untuk IPO," kata Heru Sutadi kepada detikINET, Kamis (2/6/2021).

IPO atau penjualan saham perdana memang tujuan akhir sebuah startup sehingga semua pihak meraih timbal balik atas usaha dan dana yang sudah dikeluarkan. Di sisi lain, para investor juga semakin selektif dalam mengucurkan dana ke startup, tidak asal menyebar seperti dulu.

"Sehingga investasi juga berat dan sudah selesai untuk model startup seperti e-commerce, fintech, edutech dan sebagainya," papar Heru.

Halaman selanjutnya: Gelembung startup sudah bocor >>>