Beda Nasib Netflix dan Disney Plus, Persaingan Kian Sengit

Beda Nasib Netflix dan Disney Plus, Persaingan Kian Sengit

ADVERTISEMENT

Beda Nasib Netflix dan Disney Plus, Persaingan Kian Sengit

Josina - detikInet
Kamis, 12 Mei 2022 17:00 WIB
Amsterdam, The Netherlands, 02/03/2020, Disney+ startscreen on  mobile phone. Disney+ online video, content streaming subscription service. Disney plus, Star wars, Marvel, Pixar, National Geographic.
Disney Plus. Foto: Istock
Jakarta -

Dalam laporan pendapatan kuartal kedua 2022, Disney melaporkan jumlah pelanggan baru pada layanan streaming Disney Plus telah bertambah sekitar 8 juta selama tiga bulan pertama di tahun 2022. Hal ini berbeda dari pesaingnya, Netflix, yang mengalami penurunan pengguna.

Total pelanggan Disney Plu saat ini mencapai 87,5 juta di seluruh dunia. Angka ini bahkan belum termasuk dari jumlah pelanggan Disney Plus Hotstar sebanyak 50,1 juta secara global.

Dilansir detiKINET dari The Verge, pelanggan Disney Plus khusus di Amerika Serikat dan Kanada meningkat 7,1 juta dibanding pada kuartal pertama tahun lalu.

Disney mengatakan bahwa jumlah pelanggan layanan streaming, termasuk Hulu dan ESPN Plus, kini totalnya sebanyak 205 juta. Angka ini meningkat dari 196,4 juta pelanggan dari Januari 2020.

Meskipun Disney Plus kenaikan jumlah pelanggan baru, sayangnya hal ini tak seiring dengan pendapatannya di mana Disney Plus dikabarkan masih terus menggerogoti pendapatan Disney akibat tingginya biaya produksi, iklan, dan teknologi.

Sementara itu pesaingnya Netflix belum lama ini melaporkan telah kehilangan 200.000 pelanggan pada periode Januari-Maret 2021. Ini menjadi penurunan pertama Netflix sejak lebih dari satu dekade.

Bahkan Netflix diperkirakan akan kehilangan pelanggan kembali mencapai 2 juta dalam waktu tiga bulan dari rentang bulan April hingga Juni.

Diberitakan sebelumnya dalam laporan pendapatan kuartal pertama 2022, Netflix mengatakan bahwa perang Rusia di Ukraina dan sanksinya mempengaruhi jumlah pelanggan mereka. Faktor lainnya adalah fitur sharing password di banyak rumah.

"Semakin jelas bahwa laju pertumbuhan ke market yang ditargetkan (broadband home) kami sebagian bergantung pada faktor-faktor yang tidak kami kendalikan secara langsung, seperti penggunaan TV yang terkoneksi, adopsi entertainment on-demand, hingga biaya data," kata Netflix.

Jumlah pelanggan Netflix turun dari 221,84 juta menjadi 221,64 juta selama periode Januari hingga Maret. Sebelumnya, diprediksi pelanggan Netflix akan meningkat hingga 2,5 juta di periode tersebut.

Netflix mengatakan tengah fokus mencari cara terbaik untuk memonetisasi akun selain dari mereka yang tinggal serumah. Mereka mengakui kalau fitur sharing akun kemungkinan bisa mendorong angka pertumbuhan.



Simak Video "K-Talk: Eksklusif! Kepoin Drama 'Shadow Detective' ke Aktornya Langsung"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT