Ballmer: Tak Sulit Mengalahkan Open Source
- detikInet
Jakarta -
Open source adalah salah satu pesaing utama Microsoft, selain pembajakan tentunya. Open source sendiri merupakan piranti yang kode sumbernya bisa diperoleh tanpa harus membayar lisensi. Beda dengan software besutan Microsoft. Belakangan, software open source mulai dilirik sebagai alternatif murah teknologi informasi.Mengenai hal ini, raksasa software asal Redmond itu mengakui bahwa open source memang mampu mengalahkan inovasi Microsoft. Namun dari sisi fitur, Microsoft mengklaim tak sulit mengalahkan open source. Demikian Chief Executive Microsoft, Steve Ballmer, beragumen pada pidatonya di Silicon Valley.Menurut Ballmer, pelanggan tidak memilih aplikasi open source karena fiturnya tidak lebih baik dari Microsoft. "Jika kami tidak mempunyai pangsa pasar (untuk melawan open source), itu karena kami harus berinovasi," ujar Ballmer.Satu-satunya cara menghadapi open source adalah dengan menghasilkan produk yang lebih baik. Microsoft harus membuktikan, bahwa software yang mereka bikin adalah alternatif yang lebih baik. Selain itu, menurut Ballmer, total cost of ownership juga harus lebih baik."Kami memerlukan performansi teknologi yang lebih baik dari Linux. Dari sisi total cost of procurement, Microsoft memang kesulitan mengalahkan open source. Tapi dari sisi total cost of ownership, tidak sukar bagi Microsoft mengalahkan Linux," tandas Ballmer lagi.Microsoft sendiri, masih menurut Ballmer, punya pangsa pasar yang kuat di segmen file server dan e-mail server. Meski di pasar server Linux mendominasi Windows, tapi Ballmer mengaku sangat senang dengan kinerja perusahaannya di segmen tersebut.Ballmer berharap bisa menutup gap antara kedua sistem operasi (Windows dan Linux), dengan meningkatkan fungsionalitas di bidang server cluster, web server dan keamanan. "Ini yang harus kami lakukan untuk bisa melawan Linux di level server," imbuhnya. Demikian dilansir detikINET dari vnunet, Jumat (12/5/2006). (dwn)(Catatan Redaksi:Bagi pemberi komentar, mohon tidak mengisi kolom nama dengan kata/kalimat yang tak lazim sebagai nama orang. Nama samaran diperbolehkan. Pengisian nama dengan nama milik orang lain (public figure), alamat situs, merek, nama institusi tertentu dan/atau cenderung vulgar/ofensif/SARA, tidak diperkenankan.)
(dewidya/)