Harga Bitcoin Anjlok, 'Musim Dingin' Kripto Segera Tiba?

Harga Bitcoin Anjlok, 'Musim Dingin' Kripto Segera Tiba?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 26 Jan 2022 12:07 WIB
Ilustrasi Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin. Foto: Shutterstock
Jakarta -

Awal tahun 2022 ini rupanya kurang menggembirakan terhadap Bitcoin dan mata uang kripto lainnya, di mana harganya anjlok. Bahkan sebagian pakar khawatir 'musim dingin' kripto akan tiba.

Bitcoin selaku uang kripto terbesar mengalami penurunan drastis ke titik terendah sejak Juli tahun silam, yakni USD 33 ribu. Memang sudah mulai naik lagi ke angka USD 36 ribu, tapi masih jauh dari nilai tertinggi USD 69 ribu di November silam.

Dikutip detikINET dari CNBC, seluruh pasar kripto terpangkas nilainya lebih dari USD 1 triliun. Selain Bitcoin, Ether dan Solana juga terpangkas nilainya cukup tajam.

Itulah yang membuat sebagian investor membicarakan kemungkinan 'crypto winter' atau musim dingin kripto, istilah di mana nilai uang kripto semacam Bitcoin anjlok cukup lama. Hal itu pernah terjadi di tahun 2017 dan 2018 saat harga Bitcoin anjlok sampai 80%.

Bahkan David Marcus, mantan Head of Crypto di Facebook, menilai crypto winter sudah tiba saat ini. "Justru pada saat crypto winter ini entrepereneur terbaik membangun perusahaan yang lebih bagus," tulisnya di Twitter.

Sedangkan Nadya Ivanova, COO di BNP Paribas, menilai musim dingin kripto belum datang walaupun memang pasar kripto dalam periode penurunan. "Mungkin ini tidak terlalu buruk," ucapnya.

"Tahun silam, banyak developer terganggu dengan mudahnya mendapat untung dari spekulasi di NFT dan aset digital lain. Periode pendinginan ini mungkin adalah peluang untuk mulai membangun fondasi pasar," kata dia.

Sedangkan Vijay Ayyar selaku Vice President Luno menilai penurunan nilai uang kripto seperti Bitcoin yang terjadi saat ini lebih pada adanya koreksi dan bukan untuk jangka waktu yang lama.



Simak Video "Mantap Jiwa! Harga Kripto Shiba Inu Meroket Nih"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)