Program TKDN Berdampak Positif untuk Ekosistem Industri Indonesia

Program TKDN Berdampak Positif untuk Ekosistem Industri Indonesia

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 07 Jan 2022 18:14 WIB
Zyrex Chromebook
Foto: Dok. Zyrex
Jakarta -

Direktur Utama Zyrex Timothy Siddik menyebut program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) - Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang diadakan pemerintah berdampak positif untuk ekosistem industri di Indonesia.

Menurutnya, dampak dari program TKDN tersebut tak cuma bagus untuk perseroan, melainkan juga banyak pihak lain yang ada dalam rantai pasokan. Untuk itulah Timothy mengharapkan program ini terus dijalankan dan diperkuat lagi ke depannya.

"Program TKDN dari P3DN ini sangat berdampak positif bagi ekosistem industri di Indonesia. Sebagai produsen laptop merek lokal, ZYREX merasa bahwa TKDN sangat berguna bukan hanya bagi perseroan, melainkan juga bagi perusahaan-perusahaan lain yang berada dalam rantai pasokan," ujar Timothy dalam keterangan yang diterima detikINET, Jumat (7/1/2021).

"Kami berharap program TKDN ini terus dijalankan dan diperkuat untuk mengembangkan industri dalam negeri," tambahnya.

Ia pun berharap pemerintah bisa memperhitungkan merk asli Indonesia sebagai bobot yang tinggi dalam sertifikasi TKDN. Pasalnya, meski tak berwujud, merek adalah aset terbesar perusahaan.

"Bahkan dapat menjadi aset besar yang dimiliki oleh sebuah negara. Oleh karena itu, merek selalu dikaitkan dengan representasi dari negara asalnya. Jika sebuah merek itu baik, maka merek tersebut akan menjadi kebanggaan bagi negara asalnya," jelas Timothy.

Zyrex sendiri mengklaim sebagai salah satu produsen laptop di Indonesia yang punya nilai TKDN tertinggi, yaitu lebih dari 40%. Pada tahun 2021 lalu Zyrex menambahkan empat lini produksi perakitan dan hingga kini berjumlah delapan lini produksi.

Kapasitas produksinya melebihi 150 ribu unit perbulan, dan diharapkan bisa memenuhi permintaan yang besar dalam waktu terbatas. Pada Q3 2021, Zyrex mencatatkan peningkatan penjualan sebesar 132% secara year on year, dari Rp 179,6 miliar pada tahun 2020 menjadi Rp 415,4 miliar.

*Anda kini bisa cek harga dan perbandingan smartphone terbaru di detikINET. Silakan klik DI SINI.



Simak Video "Laptop Lelet Pas Baru Dinyalain? Ini Dia Solusinya!"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)