Teori Mencengangkan di Balik China Ingin Hancurkan Bitcoin

Teori Mencengangkan di Balik China Ingin Hancurkan Bitcoin

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 24 Nov 2021 18:50 WIB
Penambangan Bitcoin
Penambangan Bitcoin. Foto: Next Shark
Jakarta -

Sebelum dilakukan razia pada penambangan mata uang kripto terutama Bitcoin serta transaksinya, China adalah surga bagi para penambang itu dan tentu ada berbagai dampak positifnya. Namun mendadak, pemerintah China benar-benar melarangnya. Ada apa gerangan?

Pada April 2021, 46% jaringan hashrate bitcoin global berasal dari China, sementara di AS hanya 16,8%. Namun angka itu berubah total pada Agustus lalu, di mana hashrate di AS melesat jadi 35,4%, dan posisi selanjutnya ada Kazakhstan dengan 18,1%. Artinya, para penambang berbondong keluar dari China.

Alasan yang dikemukakan terutama bahwa penambangan Bitcoin dinilai membahayakan lingkungan dan tak sesuai dengan target China mengurangi emisi dalam rangka mengantisipasi perubahan iklim.

Juru bicara National Development and Reform Commission (NDRC), Meng Wei, baru-baru ini dalam konferensi pers menyebut tambang Bitcoin memakan begitu banyak energi dan menghasilkan emisi karbon yang tinggi.

Aksi China itu biasanya memangkas harga Bitcoin cukup dalam. Nah ada teori mencengangkan di balik tindakan China, yaitu memang mereka sengaja bikin geger agar dapat membeli Bitcoin dengan harga rendah.

"Telah dispekulasikan bahwa China berulangkali melarang Bitcoin untuk dengan sengaja menurunkan harganya sehingga mereka bisa membeli lebih banyak Bitcoin dengan harga murah,jadi saya tidak heran jika Beijing akan membalikkan aturan mereka soal kripto," kata Nick Spanos, pendiri Zap Protocol.

Namun demikian, teori liar itu belum ada buktinya. Selain itu, China kemungkinan memang benar-benar melarang Bitcoin karena menilai tidak sesuai dengan prinsip ekonomi negara itu serta sulit diatur, selain membahayakan lingkungan.

"Dalam rencana ekonomi China untuk 5 tahun ke depan, sistem keuangan harus melayani ekonomi yang nyata, bukan spekulasi. China sangat enggan dengan spekulasi keuangan karena terkait stabilitas finansial dan tentunya, uang kripto didorong oleh spekulasi," sebut Luisa Kinzius, direktur di Sinolytics.



Simak Video "Mantap Jiwa! Harga Kripto Shiba Inu Meroket Nih"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/rns)