El Salvador Kini Punya 1.120 Bitcoin, Sekitar Rp 930 Miliar

El Salvador Kini Punya 1.120 Bitcoin, Sekitar Rp 930 Miliar

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Kamis, 28 Okt 2021 17:10 WIB
Pemerintah El Salvador menunjukan fasilitas komputer pencetak uang bitcoin. Ia berada di sebuah pembangkit listrik tenaga panas bumi.
Tambang bitcoin di El Salvador. Foto: AP/Salvador Melendez
Jakarta -

Pemerintah El Salvador menambah simpanan bitcoinnya dengan membeli 420 bitcoin yang nilainya hampir USD 25 juta atau sekitar Rp 355 miliar.

Pembelian ini diumumkan oleh Presiden Nayib Bukele lewat akun media sosialnya, yang sekaligus menunjukkan keseriusan mereka dalam mengadopsi bitcoin sebagai alat pembayaran yang legal.

Ini adalah pembelian bitcoin pertama El Salvador sejak 20 September lalu, yaitu saat Presiden Bukele membeli 150 bitcoin, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (28/10/2021).

"Waktu menunggunya sangat lama, tapi layak ditunggu. Kami baru saja membeli 420 bitcoin," ungkap Bukele di akun Twitternya itu. Sebagai informasi, 1 bitcoin saat ini nilai tukarnya adalah USD 59 ribu.

Pada awal September lalu, El Salvador menjadi negara pertama yang mengadopsi bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Menurut Bukele, langkah itu akan mengurangi biaya pengiriman uang dari warga El Salvador yang bekerja di luar negeri.

Secara total, saat ini El Salvador menyimpan 1.120 bitcoin, yang nilainya hampir mencapai USD 66 juta atau sekitar Rp 930 miliar.

Ekonomi El Salvador saat ini memang sangat bergantung pada uang yang dikirimkan para warganya dari luar negeri. Nilainya mencapai USD 6 miliar atau sekitar seperempat pendapatan domestik bruto mereka.

Bahkan sekitar seperlima penduduk El Salvador bergantung pada kiriman uang dari anggota keluarganya yang bekerja di luar negeri.

Selain mengesahkan bitcoin sebagai alat pembayaran, El Salvador pun melakukan penambangan mata uang kripto tersebut, yaitu memakai energi geothermal yang berasal dari gunung berapi.

Penambangan Bitcoin sendiri kerap menjadi sasaran kritikan para pecinta lingkungan karena boros listrik dan pada gilirannya, boros sumber daya seperti batu bara. Hal ini dikhawatirkan akan berdampak buruk pada masa depan Bumi, apalagi di tengah ancaman perubahan iklim.

Maka energi terbarukan dari gunung berapi mungkin bisa jadi solusinya karena dipandang bersih untuk menambang Bitcoin.



Simak Video "El Salvador Negara Pertama yang Jadikan Bitcoin Alat Pembayaran Sah"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)