Soal TI, Indonesia Masih Pendewasaan
- detikInet
Jakarta -
Indonesia dianggap masih dalam tahap pendewasaan dalam hal adopsi teknologi informasi secara menyeluruh. Kalau Pemerintahnya? No comment deh!Chris Yio, Hewlett Packard (HP) OpenView Channels Manager Software Global Business Unit Singapore/Indonesia, mengemukakan pandangannya mengenai kebutuhan pemerintah Indonesia terhadap TI. Chris berpendapat perlunya 'kedewasaan' suatu negara untuk dapat mengadopsi TI secara keseluruhan."Saya memandang Indonesia sebagai negara yang tumbuh dengan sangat pesat. Namun, untuk pemerintahnya saya tidak berani berkomentar banyak," jelasnya. "Pastinya, diperlukan kematangan dan kedewasaan di negara itu sendiri. Indonesia saya rasa sudah cukup mature, namun sepertinya masih dalam tahap pendewasaan," imbuhnya.Sedangan di sisi industri dan bisnis, Chris menegaskan bahwa TI tak bisa ditawar-tawar lagi. "Jelas, komponen TI sangat berdampak pada bisnis," ujarnya kepada detikINET di sela-sela seminar bertajuk 'Optimizing Your Application' di Hotel Mariott, Jakarta, Rabu (19/04/2006).Pada kesempatan itu Chris pun memperkenalkan solusi manajemen perusahaan besar dari HP dan RTM Global Integration. Solusi itu dibundel dengan nama solusi 'Enterprise Management'. Solusi tersebut merupakan solusi terintegrasi yang terdiri dari tiga jenis solusi pendukung yaitu Network Service Management Solution yang berfungsi untuk memantau kerusakan dan kinerja layanan jaringan, System and Server Management Solution untuk memantau server beserta kinerjanya, serta Aplication Management Solution untuk membantu departemen TI perusahaan mengetahui kinerja aplikasi serta menelusuri kerusakan yang terjadi pada aplikasi."Dengan solusi ini, perusahaan dapat membenahi masalah yang terjadi sebelum kerusakan tersebut dapat berpengaruh, baik untuk kinerja perusahaan sendiri, ataupun berdampak kepada end user," jelas Chris.Di PerbankanPada acara tersebut, Bank Central Asia (BCA) sebagai pengguna solusi yang ditawarkan HP bersama RTM Global Integration turut memberikan testimoni. Dari sisi pengguna, Hermawan, Wakil Kepala Divisi Teknologi Informasi PT. Bank Central Asia, Tbk turut menjelaskan kemudahan yang ditawarkan."Sebelum masalah terjadi, kami akan di-alert, sehingga menekan kerusakan fatal yang bisa berdampak kepada kerugian bisnis yang terjadi di transaksi yang dilakukan nasabah," Hermawan menjelaskan.Chris juga beranggapan bahwa TI lama-kelamaan akan menjadi kebutuhan dasar bagi bisnis, baik di Indonesia atau negara manapun, khususnya di industri perbankan. Lebih lanjut, Chris memberi gambaran mengenai kerugian yang bisa ditimbulkan dari kerusakan jaringan pada kasus perbankan."Dengan tidak maksimalnya kinerja jaringan, bisa saja terjadi lost of transaction yang dapat mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit pada industri perbankan," jelasnya.Ditanyai mengenai siapa saja yang dirasa perlu menggunakan solusi tersebut, Chris menjelaskan, "Di Singapura, solusi kami sudah digunakan untuk bisnis perbankan, manufaktur, pemerintahan, juga komersial. HP sendiri juga turut membantu pemerintah Singapura dalam mengimplementasikan e-Government." (amz/wsh)
(wicak/)