Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
JBoss Sepakat Dicaplok Red Hat Rp 3,14 Triliun

JBoss Sepakat Dicaplok Red Hat Rp 3,14 Triliun


- detikInet

Carolina Utara - Sebelumnya, ramai diberitakan bahwa JBoss akan diambil alih Oracle. Rumor tersebut akhirnya ditepis si topi merah. Red Hat resmi mencaplok pembuat software open source JBoss senilai US$ 350 juta dalam bentuk cash dan saham. Jumlah itu kurang lebih setara dengan Rp 3,14 triliun (US$ 1 = Rp 8,983 Sumber: detik.com).Dari US$ 350 juta itu, Red Hat mengalokasikan 40% akuisisinya dalam bentuk cash dan 60% sisanya dalam bentuk saham. Berkat akuisisi ini, saham Red Hat langsung melonjak naik 8,8%, atau US$ 2,42, ditutup pada US$ 29,85 di pasar saham Nasdaq.Akuisisi ini diharapkan rampung bulan depan (Mei-red), ini termasuk bonus performa US$ 70 juta.Red Hat yang bermarkas besar di Raleigh mengembangkan software berbasis sistem Linux untuk user pemerintah dan perusahaan. Sementara JBoss yang berbasis di Atlanta membuat middleware, software yang mampu menghubungkan beberapa aplikasi berbeda. Dengan akuisisi ini, keduanya akan berkolaborasi menawarkan layanan berbasis abondemen."Kami bersama-sama meleburkan diri agar bisa menjadi perusahaan super demi mengembangkan open source secara independen," Marc Fleury, Chief Executive JBoss, mengatakan di conference call."JBoss akan beroperasi sebagai divisi independen Red Hat," imbuh Fleury lagi, seperti dilansir detikINET dari Associated Press, Rabu (12/4/2006).Sebagai tambahan, akhir bulan lalu Red Hat melaporkan bahwa profitnya pada kuartal keempat naik lebih dari dua kali lipat menjadi US$ 27,3 juta, jauh melampaui US$ 11,8 juta pada periode yang sama tahun lalu. Earnings per share (EPS) pada kuartal yang berakhir 28 Februari juga naik menjadi 13 sen dari 6 sen di kuartal keempat tahun lalu. Menurut Red Hat, akuisisi JBoss ini sedikit mengganggu pendapatannya di kuartal yang berakhir 31 Agustus silam. Namun Red Hat mengaku akuisisi ini tidak akan berdampak pada keuangannya di tahun fiskal."Perjanjian itu menggambarkan komitmen serius kami untuk menawarkan sebuah platform open source yang terintegrasi," ujar Matthew Szulik, CEO Red Hat.Sementara itu, analis Suntrust Robinson Humphrey -- Terry Tillman -- mengatakan bahwa akuisisi itu memungkinkan Red Hat memperluas sayapnya dengan menawarkan layanan yang lebih luas jangkauannya."JBoss memberikan Red Hat sesuatu yang lebih di sistem operasi, plus platform open sourcenya," imbuh Tillman.Fleury tidak bersedia mengomentari gosip JBoss yang sebelumnya dikabarkan akan dibeli Oracle. Fleury hanya mengatakan bahwa JBoss menerima tawaran Red Hat karena visi korporat mereka sama. (dwn) (rouzni/)






Hide Ads