Sekali Transaksi Bitcoin Hasilkan Dua iPhone 12 Limbah Elektronik

Sekali Transaksi Bitcoin Hasilkan Dua iPhone 12 Limbah Elektronik

Virgina Maulita Putri - detikInet
Minggu, 19 Sep 2021 18:25 WIB
Ilustrasi Uang Digital Bitcoin
Satu Transaksi Bitcoin Hasilkan Limbah Elektronik Setara 2 iPhone iPhone 12 Mini. Foto: (M Fakhry/detikcom)
Jakarta -

Sudah jadi rahasia umum, kalau penambangan mata uang kripto seperti bitcoin sangat haus listrik. Rupanya tak hanya itu, dampak negatif bitcoin terhadap lingkungan, yaitu jumlah limbah elektronik yang dihasilkan dari transaksi bitcoin.

Dampak yang jarang disorot ini terungkap lewat laporan yang diterbitkan di jurnal Resources, Conservation and Recycling. Dalam laporan ini peneliti menemukan metodologi untuk memperkirakan berapa banyak limbah elektronik yang dihasilkan oleh bitcoin setiap tahunnya.

Transaksi bitcoin bisa menghasilkan limbah elektronik karena perangkat penambang bitcoin biasanya memiliki jangka umur yang pendek, seperti chip ASIC yang digunakan khusus untuk menambang bitcoin.

Chip ASIC sering diganti dengan perangkat yang lebih baru dan lebih efisien oleh penambang, dan biasanya hanya dipakai selama 1,29 tahun sebelum diganti. Ini tentu saja bisa menghasilkan limbah elektronik dalam jumlah besar jika diakumulasikan selama bertahun-tahun.

"Hasilnya, kami memperkirakan jaringan bitcoin saat ini menggunakan 30,7 kiloton peralatan setiap tahun. Angka ini setara dengan limbah peralatan IT dan telekomunikasi yang dihasilkan negara seperti Belanda," kata peneliti dalam laporan tersebut, seperti dikutip dari Gizmodo, Minggu (19/9/2021).

Peneliti kemudian menjelaskan bahwa satu transaksi bitcoin menghasilkan limbah elektronik sebanyak 272 gram. Berarti limbah elektronik yang dihasilkan setara dengan dua unit iPhonePhone 12 mini 12 mini.

Sepanjang tahun 2020 saja ada 112,5 juta transaksi bitcoin. Jadi bisa dibayangkan berapa banyak limbah elektronik yang setara jutaan iPhone 12 mini yang dibuang dalam setahun.

Limbah elektronik yang tidak dikelola dengan benar bisa membahayakan lingkungan. Jenis sampah seperti ini bisa mengeluarkan bahan kimia berbahaya dan logam berat ke tanah, dan jika tidak didaur ulang dengan benar bisa menyebabkan polusi udara dan air.

Chip ASIC yang menjadi kekhawatiran utama sebenarnya bisa digunakan lagi jika harga dan keuntungan yang diperoleh dari bitcoin meningkat. Tapi ada satu kendala yang membuat penambang enggan menggunakan chip ASIC berulang kali, salah satunya biaya penyimpanan hardware.

Peneliti memperingatkan masalah limbah elektronik bisa semakin parah dan semuanya bergantung pada nilai bitcoin. Peneliti mengatakan jika mempertimbangkan nilai bitcoin tertinggi yang mencapai USD 60.000, sampah elektronik yang dihasilkan bisa mencapai 64,4 kiloton dalam setengah tahun.

Untuk mengatasi masalah limbah elektronik yang dihasilkan dari penambangan bitcoin, peneliti menyarankan untuk mengganti proses penambangan saat ini dengan proses alternatif yang lebih ramah lingkungan.



Simak Video "El Salvador Negara Pertama yang Jadikan Bitcoin Alat Pembayaran Sah"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/agt)