Perusahaan China Ingin Apple Setop Produksi iPhone

Perusahaan China Ingin Apple Setop Produksi iPhone

Virgina Maulita Putri - detikInet
Jumat, 10 Sep 2021 10:46 WIB
PALO ALTO, CA - NOVEMBER 03:  Boxes of the new iPhone X sit on a table at an Apple Store on November 3, 2017 in Palo Alto, California. The highly anticipated iPhone X went on sale around the world today.  (Photo by Justin Sullivan/Getty Images)
Perusahaan China Ingin Apple Setop Produksi iPhone (Foto: Justin Sullivan/Getty Images)
Jakarta -

Perusahaan kecerdasan buatan asal China meminta pengadilan tinggi setempat untuk memerintahkan Apple berhenti memproduksi iPhone. Permintaan ini diumumkan hanya seminggu menjelang peluncuran iPhone 13.

Perusahaan tersebut adalah Shanghai Zhizhen Intelligent Network Technology atau yang dikenal sebagai Xiao-i Robot. Pekan lalu, mereka mengajukan pra peradilan di Pengadilan Tinggi Rakyat Shanghai untuk melarang produksi, penjualan, dan ekspor iPhone yang memuat Siri.

Rupanya, Xiao-i Robot dan Apple terlibat dalam perselisihan paten terkait asisten virtual Siri selama bertahun-tahun. Tahun lalu Xiao-i Robot menggugat Apple setelah mengklaim kalau Siri melanggar paten asisten virtual mereka.

Dalam keterangannya, bos Xiao-i Robot Yuan Hui mengatakan Apple tidak menghargai hak kekayaan intelektual mereka. "Apple harus segera berhenti melanggar, menarik dan berhenti menjual produk terkait," kata Yuan seperti dikutip dari South China Morning Post, Jumat (10/9/2021).

Xiao-i Robot sendiri pertama kali mematenkan teknologinya, yang disebut sebagai sistem chat robot yang bisa bercakap-cakap secara alami, pada 2004. Pada tahun 2009 permohonan paten mereka diterima, dua tahun sebelum Apple pertama kali memasukkan Siri di iPhone 4s pada tahun 2011.

Juru bicara Apple menegaskan bahwa mereka tidak melanggar paten milik Xiao-i Robot. Perusahaan besutan Steve Jobs ini merujuk pada keterangan mereka sebelumnya yang dirilis pada Agustus 2020 saat digugat oleh Xiao-i Robot.

"Siri tidak berisi fitur yang termasuk di dalam paten mereka, yang terkait dengan game dan pesan instan... Penilai independen yang disertifikasi oleh Mahkamah Agung juga menyimpulkan bahwa Apple tidak melanggar teknologi Xiao-i Robot," kata Apple dalam keterangannya saat itu.

Jika permintaan Xiao-i Robot dikabulkan oleh pengadilan, keputusan ini akan berdampak signifikan terhadap rantai suplai Apple yang sebagian besar ada di China. Meski keputusan pengadilan tidak akan mempengaruhi peluncuran iPhone 13 bulan ini, tapi ada kemungkinan bisa berdampak pada peluncuran iPhone di masa depan.

Analis dari Wedbush Securities Daniel Ives memperkirakan supply chain Apple di Asia akan memproduksi sekitar 90 juta unit iPhone 13. Ia mengatakan Apple berambisi mengapalkan 130 juta sampai 150 juta unit iPhone baru di paruh kedua tahun ini.



Simak Video "iPhone 13 Diejek Samsung"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)