HUT Ke-12, Tokopedia Terus Genjot Digitalisasi UMKM Lewat Hyperlocal

HUT Ke-12, Tokopedia Terus Genjot Digitalisasi UMKM Lewat Hyperlocal

Jihaan Khoirunnisa - detikInet
Jumat, 06 Agu 2021 17:00 WIB
Kantor Pusat Tokopedia
Foto: dok. Tokopedia
Jakarta -

Dalam rangka menyambut perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-12, Tokopedia menegaskan dukungannya untuk membantu percepatan digitalisasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal di Indonesia. Salah satunya lewat inisiatif 'Hyperlocal'.

Senior Lead Regional Growth Expansion (RGX) Tokopedia, Ivander Wijaya mengatakan pemerataan ekonomi secara digital merupakan misi besar perusahaan yang sudah berdiri sejak 17 Agustus 2009 silam ini.

"Ini hanya bisa terwujud jika masyarakat dari seluruh penjuru punya kesempatan sama dalam menemukan berbagai produk kebutuhan dengan mudah hingga menciptakan peluang usaha, bahkan di tengah pandemi," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (6/8/2021).

"Ini melatarbelakangi kehadiran inisiatif Hyperlocal yang akan terus diusung di usia baru Tokopedia," lanjutnya.

Ivander mengatakan Hyperlocal yang dirilis pada pertengahan 2020 ini telah mendorong peningkatan transaksi di Tokopedia selama Q2 2021 dibanding Q2 2020. Di Jabodetabek misalnya, kategori Kesehatan dan Perawatan Diri, Fashion, Ibu dan Anak serta Fesyen Anak, Kecantikan dan Otomotif menjadi yang paling banyak diburu.

Sedangkan di Palembang, kategori Ibu dan Anak serta Fesyen Anak, Fashion, Kesehatan dan Perawatan Diri, Makanan dan Minuman serta Kecantikan menjadi kategori dengan pertumbuhan paling pesat selama Q2 2021 jika dibandingkan Q2 2020.

Sementara itu, Kepala Divisi Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia, Emmiryzan mengungkapkan Tokopedia bersama pemerintah pusat dan daerah juga telah menghadirkan inisiatif Digitalisasi Pasar.

"Langkah ini untuk membantu para pedagang di pasar tradisional berbagai daerah, mulai dari Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Makassar, Kab. Bandung hingga Tasikmalaya, memanfaatkan teknologi agar mereka bisa tetap beradaptasi terutama di tengah pandemi," jelasnya.

Menurut Emmir, turunan inisiatif Hyperlocal tidak hanya mempermudah UMKM lokal, tetapi juga masyarakat secara umum. Seperti halnya TokoMart yang mengusung teknologi geo-tagging sehingga memungkinkan masyarakat mengakses produk kebutuhan sehari-hari mulai dari produk sembako hingga kebutuhan rumah tangga dari penjual terdekat. Dengan begitu kegiatan berbelanja jadi lebih efisien.

Ia mengatakan saat ini TokoMart sudah tersedia di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Medan hingga Surabaya dan akan terus merambah kota-kota lainnya. Selain itu masyarakat juga lebih mudah dan aman dalam memenuhi kewajiban perpajakan lewat Tokopedia.

"Melalui kolaborasi antara Tokopedia dengan Kemenkeu RI dan pemerintah daerah, masyarakat bisa membayar PBB online, E-Samsat hingga lebih dari 900 jenis penerimaan negara lainnya dari genggaman tangan," tandasnya.

Adapun inisiatif Hyperlocal juga diwujudkan melalui kampanye Kumpulan Toko Pilihan (KTP). Salah satu UMKM yang ikut merasakan manfaat dari kampanye ini yaitu Rita Damayanti. Pemilik Warung Bu Neneng ini mengaku program KTP Palembang mendorong peningkatan omset bahkan hingga 30 persen.

"Sejak mengikuti program KTP Palembang di Tokopedia, penjualan meningkat pesat hingga 3x lipat dengan kenaikan omset mencapai 30%," terangnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Pemilik Sniff Sniff Jakarta, Daniel Christian. Daniel mengatakan sejak bergabung dalam program Waktu Indonesia Belanja (WIB) Lokal yang diadakan tanggal 25 hingga akhir setiap bulan penjualan tokonya meningkat.

"Sejak mengikuti WIB, penjualan harian kami meningkat hingga 2x lipat. Bahkan selama PPKM berlangsung, omzet bisa mencapai puluhan juta," pungkasnya.

(ncm/ega)