Turut Serta Kembangkan DGS Yogyakarta
UGM Kenalkan Konsep Taman Software
- detikInet
Yogyakarta -
Kurang diberdayakannya potensi Yogyakarta sebagai daerah penghasil sumber daya intelektual berkualitas, terutama dalam kerangka perkembangan bisnis, sangat disayangkan. Karena peluang-peluang yang ada tidak dapat dimanfaatkan dengan baik. Masalah ini juga mencakup bisnis pengembangan software. Padahal selama ini Yogyakarta sudah memiliki komponen sumber daya yang lengkap. Lengkapnya sumber daya ini, membuat PT Microsoft Indonesia mencoba menggali potensi yang dimiliki para Independent Software Vendor (ISV) Yogyakarta."Disini kami hanya berpartisipasi sebagai fasilitator," ujar Risman Adnan, Developer Evangelist Microsoft dalam seminar Pengembangan Industri Software di Yogyakarta Melalui Konsep Taman Software (Software Park) yang diadakan di Auditorium MM UGM, Yogyakarta Kamis 23 Maret 2006.Konsep taman software ini diusulkan sebagai wadah untuk mengimplementasikan pemberdayaan yang sesuai. Taman software sendiri merupakan sebuah lingkungan pengembangan bisnis dalam bidang pengembangan software, yang ditujukan sebagai inkubator bagi perusahaan-perusahaan baru atau UKM dibidang pengembangan software.Untuk membantu konsep taman software ini, Microsoft akan meluncurkan program BinaISV di UGM. Seperti dikutip dalam keterangan resminya, nantinya UGM akan bekerjasama dengan PT Microsoft Indonesia serta beberapa perusahaan mitra akan menjalankan sebuah program link and match yang akan menghubungkan antara perguruan tinggi, UKM software, dan industri besar.Lalu kenapa Yogyakarta yang dipilih? Menurut salah seorang juru bicara Microsoft, selain memiliki banyak sumber daya terutama dari kalangan akademis, Yogyakarta juga memiliki cita-cita sebagai cyber province. Seringkali pemerintah kota Yogyakarta melakukan berbagai langkah inovasi. Antara lain adalah Digital Government Services (DGS) yang merupakan wujud program e-Government kota pendidikan tersebut. Nantinya DGS akan berfokus pada transformasi layanan masyarakat."Microsoft akan mengeluarkan sebuah program ecosystem builder, dimana entitas-entitas lokal yang tergabung, memiliki visi yang jelas," ujar Risman Adnan. Nantinya lingkungan ekosistem lokal software tersebut mencakup enterprise, pemenrintah, ISV, sistem integrator, serta akademisi.
(ien/)