Perusahaan Ini Beli Bitcoin Rp 7 Triliun dan Langsung Rugi

Perusahaan Ini Beli Bitcoin Rp 7 Triliun dan Langsung Rugi

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 22 Jun 2021 12:49 WIB
SALT LAKE CITY, UT - APRIL 26: A pile of Bitcoins are shown here after Software engineer Mike Caldwell minted them in his shop on April 26, 2013 in Sandy, Utah. Bitcoin is an experimental digital currency used over the Internet that is gaining in popularity worldwide. (Photo by George Frey/Getty Images)
Ilustrasi Bitcoin. Foto: Getty Images
Jakarta -

Perusahan teknologi MicroStrategy baru saja memborong Bitcoin senilai USD 489 juta atau lebih dari Rp 7 triliun. Walaupun harga mata uang kripto ini terus turun, mereka tidak takut dan tetap menganggapnya investasi yang baik.

Michal Saylor selaku pendiri MicroStrategy menyebut uang itu dipakai menebus 13.005 Bitcoin. Secara total, mereka telah mempunyai 105.085 Bitcoin yang dengan harga sekarang nilainya sebesar USD 3,3 miliar.

Pembelian terbaru di harga sekitar USD 37 ribu, menurun jauh dari puncaknya dan terindikasi makin turun terkait regulasi di China yang merazia penambangan Bitcoin. Untuk itu, Saylor menyarankan agar para pemegang Bitcoin tidak panik dan tetap yakin meski ada penurunan nilai.

Baru saja membeli, MicroStrategy langsung rugi karena harga kembali jatuh ke titik USD 33 ribu, sehingga menelan kerugian USD 60 juta. Namun demikian, Saylor menyatakan investasi besar mereka di Bitcoin adalah untuk jangka panjang. Ia yakin harga Bitcoin di masa depan kembali melonjak.

"Memulai adalah mudah, meneruskan itu yang sulit, sebuah pepatah Jepang," tulisnya di Twitter, seperti dikutip detikINET dari Independent.

MicroStrategy sendiri adalah perusahaan software untuk para pebisnis. Seperti halnya Tesla milik Elon Musk, mereka menjadi banyak dibicarakan lantaran menyimpan Bitcoin dalam jumlah besar.

Salah satu penyebab penurunan Bitcoin adalah aksi pemerintah China yang semakin memperketat aturannya terhadap bitcoin. Mereka menutup penambangan bitcoin di provinsi Sichuan.

Ada sekitar 26 tempat yang diduga merupakan penambangan bitcoin yang ditutup dalam razia ini. Langkah ini adalah bagian janji pemerintah China memperketat penambangan dan penukaran aset kripto untuk mengontrol risiko finansial yang mungkin terjadi akibat aset kripto tersebut.

Sebelumnya bank sentral China juga menyatakan sudah memanggil sejumlah bank dan perusahaan pembayaran, termasuk China Construction Bank dan Alipay, memaksa mereka untuk berusaha lebih keras dalam memerangi penukaran mata uang kripto termasuk Bitcoin.



Simak Video "El Salvador Negara Pertama yang Jadikan Bitcoin Alat Pembayaran Sah"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/asj)