MoneyGram Investasi USD 100 Juta untuk Keamanan Layanan Kirim Uang

MoneyGram Investasi USD 100 Juta untuk Keamanan Layanan Kirim Uang

Erika Dyah - detikInet
Kamis, 10 Jun 2021 14:14 WIB
MoneyGram Chief Revenue Officer, Grant Lines
Foto: Erika Dyah
Jakarta -

MoneyGram berinovasi guna memaksimalkan layanannya keamanan, MoneyGram menginvestasikan sejumlah US$ 100 juta. Adapun hal tersebut dilakukan untuk mengembangkan program dan teknologi guna memastikan keamanan layanan MoneyGram.

MoneyGram Chief Revenue Officer, Grant Lines mengungkap layanan dan produk MoneyGram telah dipercaya oleh banyak konsumen di seluruh dunia. Menurutnya, MoneyGram terbukti mampu menghubungkan keluarga, teman, dan orang-orang terkasih melalui layanan transfer uang yang dapat diandalkan.

"MoneyGram juga memiliki kontrol akan kepatuhan yang paling ketat dan kuat di industri terkait. MoneyGram sendiri telah menginvestasikan US$ 100 juta dalam mengembangkan program dan teknologinya untuk melindungi konsumen dan memastikan layanannya dapat digunakan sesuai dengan tujuan dan keinginan pelanggan," kata Grant kepada wartawan dalam sesi interview virtual, Kamis (10/6/2021).

Ia menjelaskan MoneyGram juga menerapkan langkah-langkah perlindungan konsumen dengan meminta verifikasi ID untuk setiap kegiatan transfer yang dilakukan. Grant menambahkan verifikasi ini di setiap transaksi, dalam kebutuhan apapun dan dalam jumlah apapun. Menurutnya, hal ini membuat MoneyGram menjadi yang terdepan di dalam industri, khususnya dalam melindungi konsumen.

Selain itu, Grant menjelaskan bahwa MoneyGram menerapkan strategi yang bertujuan untuk menggerakkan uang secara lebih seamless. Pengembangan program dan teknologi yang dilakukannya pun tak hanya mencakup keamanan, tapi juga bertujuan mewujudkan budaya inovasi dan fintech yang kuat.

Ia menambahkan MoneyGram juga memaksimalkan platform modern seperti aplikasi dan web yang memiliki teknologi API (Application Programming Interface) sangat kuat untuk melayani konsumen melalui MoneyGram Online (MGO).

"Sekitar 4 tahun lalu, Moneygram mulai fokus untuk melakukan disrupsi besar-besaran dalam perusahaan, khususnya dalam meningkatkan inovasi digital. Hal ini dilakukan dengan merancang ulang produk dan prosesnya, hingga strategi kepada pelayanan pelanggan dengan fokus pola pikir fintech dan pendekatan agile untuk membangun bisnis digital yang lebih memberikan nilai kepada pelanggan," terangnya.

Grant mengungkap di kuartal I 2021, MoneyGram mencatat 86% dari keseluruhan transaksi yang dimiliki MoneyGram berasal dari MoneyGram Online. Tak hanya itu, Grant mengatakan aplikasinya mendapatkan rating bintang 4.8/5.0 yang dinilai sangat baik di industri.

Ia pun mengungkap di awal pandemi pada Maret 2020 lalu, MoneyGram turut merasakan dampak penurunan hingga 40%. Akan tetapi di bulan Juli 2020, pihaknya telah mampu mencatatkan pertumbuhan. Ia menilai hal ini disebabkan oleh kehadiran lokasi fisik yang sudah kuat juga dukungan kehadiran digital yang semakin diperkuat dari tahun ke tahun.

"Dengan situasi yang terus berkembang seperti sekarang, MoneyGram melihat pelanggan di channel digital menjadi semakin setia dan loyal dengan Moneygram. Ini menjadi momentum yang baik bagi MoneyGram untuk terus mengembangkan inovasinya dan mempercepat transformasi digital serta memberikan pengalaman yang lebih baik dan lebih modern khususnya di perangkat mobile," pungkasnya.

Ia pun mengatakan pengembangan layanan tersebut akan dibawa MoneyGram untuk konsumen di seluruh Indonesia melalui jaringan kemitraan yang dimilikinya. Yang terbaru, MoneyGram melakukan kemitraan strategis dengan Bank BRI untuk memberikan pilihan transaksi pengiriman dan pengambilan uang secara global bagi seluruh pelanggan di Indonesia.

Sebagai informasi, layanan dari MoneyGram telah menjangkau 200 negara dan wilayah di seluruh dunia dengan hadirnya lebih dari 400.000 lokasi fisik yang tersebar di berbagai negara.

(mul/fay)