Bos BRI Ventures Ungkap Rahasia Agar Startup Lokal Go Global

Bos BRI Ventures Ungkap Rahasia Agar Startup Lokal Go Global

Angga Laraspati - detikInet
Rabu, 19 Mei 2021 15:35 WIB
Ilustrasi Logo BRI Ventures
Foto: Dok. BRI
Jakarta -

Ekosistem startup lokal saat ini masih menjadi primadona. Hal ini dikarenakan ada banyak startup Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir yang muncul dan berkembang di sektor e-commerce. Ada juga yang mengincar pembentukan startup di sektor teknologi finansial (tekfin).

CEO BRI Ventures Nicko Wijaya mengatakan saat ini perusahaan startup di Indonesia memiliki potensi besar untuk bisa tumbuh dan bersaing ditingkat global. Potensi tersebut harus dijaga dan dikembangkan agar semakin banyak perusahaan rintisan asal Indonesia yang mendunia.

Menurutnya, di masa depan akan banyak sektor yang berpotensi digarap anak-anak muda. Sebab, Indonesia memiliki banyak potensi untuk pengembangan perusahaan startup. Kendati demikian, saat ini pembuat startup harus bisa menjamin adanya nilai tambah dari kehadiran perusahaan terhadap masyarakat.

"Kalau kita lihat startup generasi awal selalu mencari valuasi yang lebih tinggi. Tentunya tidak salah, karena hari itu kita harus muncul ke permukaan juga, (agar) startup dari Indonesia ini bagaimana agar dikenal setidaknya di negara tetangga ASEAN," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (19/5/2021).

"Namun, masuk ke 2021 atau 2020, kita melihat banyak sekali yang sudah, investor juga sudah, sadar bahwa the valuation game tidak hanya the only way untuk startup itu sukses, tapi juga harus memberi nilai tambah yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat Indonesia," imbuhnya dalam acara BRI Cuap-cuap Berkah beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan pada umumnya perusahaan modal ventura memprioritaskan pertimbangan aspek skalabilitas startup sebelum memutuskan penempatan investasi. Selain itu, perusahaan modal ventura juga mempertimbangkan besar kecilnya efisiensi yang bisa dilakukan suatu perusahaan rintisan, sebelum memutuskan untuk berinvestasi di sana.

Ia menambahkan faktor skalabilitas juga menjadi pertimbangan penting karena perusahaan modal ventura ingin startup yang didanai memiliki pandangan cara dan strategi untuk meraih pasar lebih luas dibanding sebelumnya. Untuk mendorongnya, maka peran inkubator atau akselerator bisnis diperlukan.

Nicko pun menyarankan seluruh wirausahawan muda untuk mengantongi terlebih dulu pemahaman mengenai aspek finansial dan legal agar bisa membawa perusahaan rintisannya berkembang cepat dengan skalabilitas tinggi. Salah satu cara untuk mendapat pemahaman secara baik bisa melalui perantara jasa agen inkubator atau campur tangan perusahaan ventura seperti BRI Ventures.

Nicko menuturkan saat ini BRI Ventures memiliki program akselerator yang cocok untuk startup Indonesia bernama Sembrani Wira. Program ini adalah pembinaan startup-startup potensial yang dianggap BRI Ventures menarik untuk dieksplorasi.

"Pada batch pertama (Sembrani Wira) kami membina delapan startup yang bergerak di bidang bio-tech, wellness, juga e-Commerce. Kami melihat the next generation of entrepreneur ini perlu kita PDKT-lah. Kemudian kita akan melakukan demo day awal pekan depan, dan sudah ada beberapa investor yang lining up untuk kedelapan startup itu," ujarnya.

Sebagai perusahaan modal ventura, lanjut Nicko, BRI Ventures tak hanya berperan membantu permodalan perusahaan rintisan, tetapi juga memberikan pendampingan dan akses kepada mereka agar mendapat investasi lanjutan.

BRI Ventures juga memanfaatkan jaringan yang dimiliki BRI Group untuk membantu kanalisasi bisnis perusahaan rintisan yang dibina, agar produk/layanannya bisa dikenal dan bermanfaat bagi perusahaan lain di Group BRI atau BUMN lain.

"Dengan ekosistem saat ini, yang sangat mature daripada 10 tahun yang lalu, tentunya akan mempermudah para entrepreneur untuk mendapatkan pembinaan atau bahkan pendanaan. Sehingga dengan adanya kedua hal tersebut jadi lebih cepat untuk berkembang," tuturnya.

BRI Ventures merupakan entitas anak usaha BRI yang bergerak di bidang modal ventura, dimana kepemilikan saham oleh BRI pada BRI Ventures adalah sebesar 99.97% dari total saham yang dikeluarkan perusahaan.

Per 31 Desember 2020, BRI Ventures membukukan total aset sebesar Rp1,82 Triliun, meningkat 20,53% dibanding 31 Desember 2019 senilai Rp1,51 Triliun. Pendapatan Usaha BRI Ventures di tahun 2020 tercatat sebesar Rp 272,52 Miliar, meningkat 35.292,21% dari tahun 2019.

(akd/fay)