4 Fitur Ini Jadi Idaman Para Seller di Online Marketplace

4 Fitur Ini Jadi Idaman Para Seller di Online Marketplace

Inkana Putri - detikInet
Rabu, 12 Mei 2021 14:29 WIB
UMKM
Foto: dok. Shopee Indonesia
Jakarta -

Perusahaan riset konsumen berbasis neurosains dan kecerdasan artifisial, NeuroSensum, melakukan studi kualitatif terhadap kecenderungan konsumen dalam memanfaatkan online marketplace untuk belanja kebutuhan Lebaran. Hasilnya, mereka mencatat adanya peningkatan pendapatan seller di sejumlah online marketplace menjelang Idul Fitri.

Di samping itu, hasil riset tersebut juga melaporkan terdapat 4 fitur yang menjadi idaman para seller di online marketplace. Dalam hal ini, keempat fitur tersebut telah dimiliki oleh online marketplace Shopee.

"Tantangannya, selepas momen hari raya, konsumen cenderung mengurangi kebutuhan untuk berbelanja online. Dari studi kualitatif lainnya, NeuroSensum juga mendapati empat hal yang diinginkan oleh para seller di online marketplace agar lapak jualan mereka tetap ramai," ungkap Associate Director NeuroSensum, Grace Oktaviana dalam keterangan tertulis, Rabu (12/5/2021).

1. Gratis Ongkos Kirim

Gratis ongkos kirim (ongkir) merupakan hal yang paling digemari konsumen dan para seller di marketplace. Mayoritas dari mereka juga mengatakan gratis ongkir merupakan salah satu fitur Shopee yang mampu meningkatkan jumlah pesanan.

Seorang seller aksesoris daring, Nanda menyebut gratis ongkir sangat berpengaruh terhadap jumlah pesanan, bahkan bisa meningkatkan hingga 100% atau dua kali lipat dibanding biasanya. Selain itu, promo tanggal kembar seperti 5.5 atau 12.12 hingga flash sale juga terbukti secara efektif meningkatkan pesanan atau volume penjualan usaha.

"Subsidi ongkir itu sangat membantu untuk daya tarik pembeli karena lokasi seller juga berpengaruh. Masalahnya terkadang pembeli bisa berpikir dua kali kalau ongkirnya mahal. Kayak saya kan lokasinya di Malang. Pembeli biasanya akan cari yang lokasinya dekat-dekat biar ongkirnya bisa murah. Kalau ada free ongkir, lokasi bukan lagi hambatan. Saya tetap kirim barang ke Jakarta, Bali, Sulawesi, atau Kalimantan," tuturnya.

2. Seller Service

Mayoritas seller setuju seller service pada online marketplace dapat membantu perkembangan usaha mereka. Salah satunya adalah Relationship Manager (RM) pada Shopee, yang dihadirkan untuk membantu para seller.

Sebagai seller service, RM akan menghubungkan seller dengan pihak marketplace terkait informasi promo yang akan berlangsung, atau mendampingi saat terjadi kendala dalam sistem, transaksi maupun masalah pengaduan.

"Kegagapan teknologi dan marketing digital kerap menjadi tantangan UMKM berlaga di e-commerce. Mereka sering kali tidak update atau bahkan tidak mengetahui mengenai promosi-promosi yang dapat mereka lakukan di e-commerce. Nah, tugas RM ini menjembatani gap antara seller dan marketplace tersebut," jelas Grace.

3. Program Edukasi

Program edukasi berupa pelatihan offline maupun online pada marketplace dapat membantu dan membimbing seller untuk mengembangkan bisnisnya. Dalam hal ini, Shopee menghadirkan topik edukasi yang cukup beragam, mulai dari edukasi mengunggah produk di toko online, strategi beriklan hingga edukasi soal cara mengelola gudang.

"Pelatihan tata kelola gudang, misalnya, membantu para seller mengoptimalkan ruang gudang yang ada untuk mengakomodasi flow penjualan. Misalnya memisahkan barang untuk toko fisik dengan online, dan sebagainya. Jadi ketika berhitung berapa barang yang keluar, apakah perlu supply lagi, itu semua terpantau dengan baik dengan tata kelola gudang yang baik," jelas Grace.

4. Exposure

Menurut para seller, iklan Shopee di TV, billboard, atau media sosial juga berdampak pada peningkatan penjualan. Mereka beranggapan semakin banyak iklan Shopee yang beredar maka kesadaran masyarakat otomatis semakin tinggi. Hal ini tentunya membuat calon konsumen potensial datang untuk melihat dan berbelanja di toko-toko online di Shopee.



Simak Video "Indonesia Masuk Top 3 Pengguna Aplikasi E-Commerce di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/fay)