Blak-blakan Soal Mobil Listrik Xiaomi

Blak-blakan Soal Mobil Listrik Xiaomi

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 15 Apr 2021 19:45 WIB
Xiaomi founder and CEO Lei Jun attends a launch ceremony of the new flagship phone Xiaomi Mi 9 in Beijing, China February 20, 2019. REUTERS/Jason Lee
Pendiri Xiaomi, Lei Jun. Foto: REUTERS/Jason Lee
Jakarta -

Xiaomi telah memastikan diri terjun ke bisnis mobil listrik. Hal itu diumumkan langsung oleh sang pendiri dan CEO, Lei Jun. Dalam tulisan panjang yang dimuat di akun WeChat-nya beberapa waktu lalu, Lei Jun blak-blakan soal proyek Xiaomi ini.

Lei menyinggung sebagian perjalanan hidupnya. Dulu, dia adalah programmer dan berpikir akan menghabiskan hidup menulis kode di komputer. Namun bos perusahaannya, Kingsoft, melihat bakatnya sehingga dipromosikan jadi General Manager.

Awalnya dia enggan, namun seorang koleganya tak sengaja menghapus semua data coding-nya. Ia pun memutuskan meninggalkan dunia coding dan belajar jadi General Manager, di mana ia harus belajar banyak hal baru seperti manajemen dan marketing.

"Dari titik itu ke depan, aku berjalan di jalur yang benar-benar berbeda," tulis Lei Jun.

Langkah besar selanjutnya adalah kala resign dari Kingsoft dan jadi angel investor berbagai startup. "Kala itu, sulit mendapat uang untuk startup. Aku ingin menjadi kawan entrepreneur, menolong mereka. Aku menjadi salah satu angel investor pertama di negaraku," lanjutnya.

Selanjutnya pada tahun 2016, ia fokus menangani Xiaomi yang tengah terpuruk. Ia jadi memimpin langsung tim hardware dan manufaktur. Strateginya berujung sukses, Xiaomi kembali merangkak dan masuk lagi di tiga besar produsen smartphone dunia.

"Dari seorang programmer ke manajer, dari entrepreneur ke investor, dari internet ke hardware, aku melalui reboot besar. Hal ini membutuhkan keberanian, determinasi, dan kehendak kuat untuk belajar serta kekuatan menghadapi rasa sakit yang besar," cetusnya.

Lei Jun kemudian bercerita awal ketertarikannya pada mobil listrik. "Delapan tahun silam, di 2013, aku meeting dua kali dengan Elon Musk, lalu membeli Tesla dan mulai memperhatikan industri kendaraan listrik," kisahnya.

Bertahun-tahun berlalu, topik mengenai kendaraan listrik rutin jadi pembicaraan eksekutif Xiaomi. Puncaknya pada Januari 2021, direksi Xiaomi meminta perhatian ke bisnis mobil listrik makin serius.

Halaman selanjutnya: Mobil listrik Xiaomi...

Mobil listrik Xiaomi

"Awalnya, aku tidak mau. Bisnis smartphone kami mampu mendaki kembali ke tempat ketiga secara global, tapi pertarungan belum usai. Akankah kendaraan listrik jadi distraksi? Inginnya tetap berdiam tapi angin menderu terus menerus. Kami pun mulai meriset (kendaraan listrik), " kisah Lei Jun.

Pro kontra dari orang dekat pun muncul. Ada yang bilang Xiaomi sudah pengalaman soal hardware dan internet sehingga bisa mengimplementasikannya ke mobil listrik. Ada pula yang menganggap industri mobil sangat kompleks, investasinya tinggi dan timbal baliknya jangka panjang.

"Ketika memasuki industri smartphone, kami tak punya apa-apa. Kompetitor kami waktu itu semuanya raksasa tapi kami masih mencapai keajaiban saat ini. Aku bertanya berulangkali, apakah masih ada keberanian yang sama, determinasi yang sama dan kekuatan fisik yang sama seperti 10 tahun silam?" kata dia.

Saat melakukan survei, ternyata mayoritas fans Xiaomi memberi dukungan agar perusahaan terjun membuat mobil listrik. "Setelah berdiskusi dengan lebih dari 200 veteran industri otomotif, 4 diskusi manajemen internal, dan dua pertemuan direksi, kami akhirnya mengambil keputusan terpenting dalam sejarah Xiaomi: Xiaomi secara resmi memasuki pasar kendaraan listrik pintar," sebutnya.

Dalam 10 tahun, akan diguyurkan investasi USD 10 miliar dalam proyek ini. Dan Lei Jun akan memimpinnya sendiri sebagai proyek besar terakhirnya.

"Aku menatap ke depan untuk melihat mobil listrik Xiaomi melalui setiap jalan di dunia. Aku secara pribadi memimpin timnya, ini akan menjadi proyek entrepreneur besar terakhir dalam hidupku. Aku tahu persis apa arti keputusan ini dan aku mau mempertaruhkan seluruh reputasi bertarung untuk Xiaomi," cetus Lei Jun.

(fyk/fay)