Kasihan, Perusahaan Jack Ma Diobrak-abrik Pemerintah China

Kasihan, Perusahaan Jack Ma Diobrak-abrik Pemerintah China

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 13 Apr 2021 16:49 WIB
Jack Ma Makin Kaya
Ant Group, salah satu perusahaan Jack Ma. (Mindra Purnomo/tim infografis detikcom)
Beijing -

Baru saja Alibaba, raksasa toko online kebanggaan Jack Ma, kena denda USD 2,75 miliar atau lebih dari Rp 40 triliun karena kasus monopoli, kini perusahaan andalan Jack Ma lain diobrak-abrik pemerintah China. Bisa ditebak, perusahaan dimaksud adalah Ant Group atau dulu bernama Ant Financial.

Gara-gara kritikan Jack Ma pada sistem keuangan China Oktober 2020 silam, IPO Ant digagalkan atas perintah Presiden Xi Jinping. Padahal IPI itu diprediksi mengukir rekor dengan nilai USD 37 triliun. Tak hanya itu, Ant diawasi dan direstrukturisasi sesuai permintaan dari regulator.

Nah dalam laporan terbaru, regulator China menyatakan Ant Group akan diubah menjadi perusahaan induk keuangan. Hal ini merupakan perombakan besar yang hampir dapat dipastikan berdampak pada penurunan profit dan valuasi perusahaan.

Perombakan ini diarahkan langsung oleh Bank Rakyat China dan nantinya Ant yang punya lebih 730 juta pengguna aktif bulanan di layanan pembayaran Alipay akan diawasi ketat. Berbeda dari masa lalu di mana perusahaan Jack Ma ini seakan melenggang tanpa aturan.

Dengan perombakan ini, seluruh aktivitas finansial Ant akan ditangani oleh perusahaan induk itu yang diawasi Beijing. Data konsumen yang dulu relatif leluasa dimanfaatkan Ant kini dilindungi lebih ketat. Persyaratan modal pun lebih berat dari sebelumnya.

Bank Rakyat China mengatakan bahwa di bawah rencana restrukturisasi yang komprehensif dan layak, Ant Group akan memutuskan hubungan yang tidak tepat antara Alipay, bisnis kartu kredit virtual Jiebei dan unit pinjaman konsumen Huabei.

Selain itu, bank sentral juga meminta Ant Group untuk menghentikan apa yang mereka sebut sebagai monopoli atas informasi dan secara ketat mematuhi persyaratan peraturan bisnis informasi kredit.

Ant Group dalam tanggapannya mengaku menerima aturan tersebut. "Ant Group menganggap perbaikan ini sangat serius dan penting," sebut perusahaan yang juga dibesarkan Jack Ma ini.



Simak Video "Setelah WeChat dan TikTok, Trump Akan Blokir Ant Group"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)