Rencana Akuisisi ARM oleh Nvidia Jadi Target Investigasi

Rencana Akuisisi ARM oleh Nvidia Jadi Target Investigasi

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Minggu, 07 Feb 2021 18:10 WIB
arm nvidia
Foto: Istimewa
Jakarta -

Tawaran akuisisi ARM oleh Nvidia tampaknya akan terganjal oleh rencana investigasi oleh Uni Eropa dan Inggris, yang akan menyelidiki kemungkinan adanya monopoli dari akuisisi tersebut.

Seperti diketahui, September 2020 lalu ARM sudah menyetujui perjanjian akuisisi senilai USD 40 miliar oleh Nvidia. Namun sejak itulah rencana akuisisi tersebut menjadi perhatian banyak pihak karena ditakutkan akan adanya monopoli akibat akuisisi tersebut.

Bermacam desain chip milik ARM saat ini dipakai oleh bermacam produk, seperti ponsel. Model bisnis mereka pun saat ini berbasis lisensi terbuka, dengan konsumen yang netral. Hal tersebut ditakutkan akan berubah jika akuisisi oleh Nvidia ini terjadi.

Dan kini dilaporkan kalau pihak regulator di Uni Eropa dan Inggris sudah setuju untuk memerika perjanjian akuisisi tersebut lebih lanjut. Namun keduanya juga tak mau memblokir perjanjian tersebut sepenuhnya.

Ikut sertanya pihak regulator dalam perjanjian ini tentu bukan hal aneh. Pasalnya akhir 2020 lalu Federal Trade Commission milik Amerika Serikat juga mengaku akan meneliti perjanjian tersebut untuk memastikan tidak adanya pelanggaran aturan anti monopoli.

SoftBank -- pemilik ARM saat ini -- dan Nvidia punya waktu 18 bulan untuk menyelesaikan akuisisi tersebut. Belum diketahui apakah nantinya akuisisi ini akan tetap bisa dilanjutkan, demikian dikutip detikINET dari Tech Radar, Minggu (7/2/2021).

Sebelumnya diberitakan, salah satu pendiri ARM bernama Herman Hauser mengomentari akuisisi ARM oleh Nvidia senilai USD 40 miliar atau hampir Rp 600 triliun, yang menurutnya bakal menjadi sebuah bencana.

"Saya pikir ini adalah sebuah bencana besar bagi Cambridge (kota di Inggris tempat markas ARM), Inggris, dan Eropa," ujar Hauser dalam sebuah wawancara dengan BBC Radio 4.

ARM sendiri sering dianggap sebagai kebanggaan industri teknologi di Inggris, karena ada di setiap otak ponsel di seluruh dunia, dan bermacam perangkat elektronik lainnya.

Bencana ini bakal terjadi, menurut Hauser, jika nantinya Nvidia memindahkan markas ARM dari Inggris ke Amerika. Menurutnya, bakal banyak orang kehilangan pekerjaan di Cambridge, Manchester, Belfast, dan Warwick.



Simak Video "Setelah Google, ARM Cabut Kerja Sama dengan Huawei"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/rns)