4 Kiat Jitu Transformasi Digital di Era Edge Computing

4 Kiat Jitu Transformasi Digital di Era Edge Computing

Agus Tri Haryanto - detikInet
Sabtu, 30 Jan 2021 22:00 WIB
Schneider Electric meresmikan pengoperasian pabrik pintarnya di kawasan Cikarang. Yuk, lihat bagian dalam pabrik yang memanfaatkan energi terbarukan ini.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Transformasi digital menjadi keniscayaan bagi perusahaan agar tetap bergerak menghadapi tantangan di era edge computing. Schneider Electric memiliki 4 rumus jitu agar transformasi digital berjalan dengan lancar.

Dengan semakin agresifnya perusahaan dalam mempercepat transformasi digital, edge computing dapat memaksimalkan pengelolaan data lokal yang dihasilkan dari berbagai perangkat digital dan terhubung.

Seperti diketahui, data saat ini merupakan faktor kesuksesan sebuah bisnis. Perusahaan sangat bergantung pada data untuk membuat keputusan yang lebih baik, merumuskan keunggulan kompetitif yang dimiliki, dan mendorong pendapatan.


Berdasarkan data internal Schneider Electric, konsumsi energi data center diperkirakan akan meningkat dua kali lipat di 2040, di mana peningkatan sebagian besar terjadi melonjaknya pemanfaatan edge data center. Diperkirakan sekitar 7,5 juta micro data center baru yang dibangun hingga 2025 dengan konsumsi energi global mencapai 120 GW untuk memenuhi fasilitas edge dan mencetak jejak karbon antar 450 ribu - 600 ribu ton per tahun.

"Peningkatan konsumsi energi oleh data center ini tidak akan luput dari perhatian publik dan pemerintah karena keberlanjutan akan tetap menjadi agenda utama bagi sektor swasta dan publik," ujar Business Vice President Power Division Schneider Electric Indonesia Yana Achmad Haikal.

Untuk membangun edge data center dan berkelanjutan, perusahaan atau penyedia data center perlu mempertimbangkan empat faktor berikut ini:

1. Standarisasi dan Integrasi

Salah satu tantangan dalam pengelolaan edge data center adalah terbatasnya staf IT. Hal ini berarti bahwa perencanaan desain dan peralatan digital yang terstruktur menjadi semakin penting daripada sebelumnya.

Standarisasi menyederhanakan penerapan dan pemeliharaan yang dijanjikan akan memberikan keuntungan bagi semua orang, termasuk mitra. Sementara itu, sistem yang terintegrasi memberikan manfaat lebih dalam penerapan dan pengelolaan edge data center.

2. Peningkatan Efisiensi

Semakin tingginya kebutuhan akan edge data center akan menjadi tantangan tersendiri bagi departemen IT untuk mengelola penerapan edge data center dalam jumlah besar.

Penerapan AI dan machine learning yang menyediakan wawasan data, tolak ukur, dan analisa prediktif menjadi faktor pembeda yang mendorong efisiensi yang lebih besar dan biaya yang lebih rendah.

3. Pengawasan dan Pengelolaan

Penting bagi perusahaan untuk mengantisipasi dan memiliki sistem yang tepat untuk bereaksi secara efisien saat terjadi masalah. Platform manajemen edge masa depan yang berbasis cloud memberikan pengguna akhir dan mitra kemampuan untuk mengelola operasional dari jarak jauh, serta memungkinkan pengumpulan dan analisis data dengan kemampuan prediktif yang kinerja lebih baik.

Tidak hanya itu, pemanfaatan perangkat lunak dan layanan dibangun di atas platform terbuka, vendor-agnostik, dan berorientasi pada teknologi generasi mendatang akan memungkinkan staf IT untuk mengoptimalkan pengelolaan situs edge computing dengan mengurangi biaya untuk layanan, mengurangi risiko, dan meningkatkan keandalan.

4. Penerapan dan Pemiliharaan yang Disederhanakan

Untuk penerapan edge data center dalam skala besar, sangatlah penting untuk melakukan prakonfigurasi lokasi dan micro data center. Tidak hanya itu, instalasi plug and play juga diperlukan.

Micro data center harus dirancang untuk pemiliharaan minimal karena lokasinya mungkin sulit untuk diakses dan berbiaya tinggi. Hal yang juga harus diperhatikan adalah bagaimana pemeliharaan dan perbaikan dapat ditangani oleh orang yang tidak memiliki keterampilan di bidang khusus IT dan di lokasi yang dapat dipandu dari jarak jauh.


Menghadapi era edge computing ini, Schneider Electric memiliki senjatanya, yaitu EcoStruxure Micro Data Center, EcoStruxure IT Expert, dan Monitoring & Dispatch Services yang diyakini sebagai solusi dalam menjawab tantangan akan keterbatasan staf IT dalam mengelola edge data center, keamanan, efisiensi dan keberlanjutan.

"Seiring dengan percepatan inisiatif transformasi digital, keberlanjutan haruslah tetap menjadi landasan penting dalam dunia yang berpusat pada digital. Sementara dunia bergerak ke arah meningkatkan keunggulan, kita perlu mengingat bahwa upaya mencari solusi berkelanjutan harus sekuat upaya terkoordinasi yang dilakukan untuk mengoptimalkan sistem dan proses," pungkas Yana.



Simak Video "Buka Acara Next OnAir 2020, Google Cloud Kenalkan Solusi Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)