Diblokir Permanen, Induk TikTok PHK Pegawai di India

Diblokir Permanen, Induk TikTok PHK Pegawai di India

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Kamis, 28 Jan 2021 21:43 WIB
Logo TikTok
Foto: (Aisyah Kamaliah/detikcom)
Jakarta -

Induk TikTok ByteDance menanggapi pemblokiran permanen terhadap TikTok di India dengan mengurangi jumlah pegawai mereka di negara tersebut.

Dalam memo internal yang beredar, mereka akan mengurangi jumlah pegawainya di India, yang saat ini berjumlah lebih dari 2000 orang, demikian dikutip detikINET dari GSM Arena, Kamis (28/1/2021).

ByteDance pun tak yakin apakah mereka akan kembali beroperasi penuh di India setelah TikTok diblokir permanen karena dianggap bermasalah dalam mengumpulkan data pribadi pengguna dan juga pelanggaran privasi.

Mereka sebenarnya berharap kalau situasi ini tak berlangsung lama, namun karena keadaannya tak seperti itu, ByteDance mengaku tak bisa mempekerjakan banyak pegawai selama aplikasinya tidak bisa beroperasi.

Kemudian dalam pernyataan resminya, ByteDance menyayangkan karena pemerintah India tidak memberikan aturan yang jelas mengenai apa yang harus dilakukan agar aplikasi tersebut bisa beroperasi kembali. ByteDance pun tak menjelaskan berapa orang pegawainya di India yang akan di-PHK.

India sendiri adalah salah satu pasar terbesar TikTok, dan ByteDance pun sebelumnya sudah menyatakan komitmen investasinya di India sebesar USD 1 miliar. Namun tampaknya permasalahan antara China dan India terlalu berat, yang kemudian berdampak pada sejumlah layanan dan produk dari China yang terkena pemblokiran.

Selain TikTok ada juga 58 aplikasi asal China yang diblokir terkait alasan privasi dan keamanan. 59 aplikasi itu awalnya hanya diblokir sementara, namun kini pemblokirannya sudah dipermanenkan.

Pada awalnya pemblokiran tersebut dilakukan menyusul konflik di perbatasan dengan China yang mengakibatkan 20 tentara India tewas.

Aplikasi tenar asal China yang juga diblokir adalah WeChat dari Tencent serta UC Browser buatan Alibaba. Kominfo India menyebut aplikasi yang dilarang itu berpotensi mengancam kedaulatan dan integritas India. Tak sampai di situ, pada bulan September, India memblokir lagi 118 aplikasi mobile asal China, termasuk game populer PUBG.

Setelah beberapa kali mencoba kembali agar diizinkan beroperasi, PUBG Corporation akhirnya menyerah dan mengumumkan akan menghentikan semua layanan dan akses gamenya ke pengguna di India.



Simak Video "India Larang TikTok dan 58 Aplikasi Tiongkok Secara Permanen"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)