Pandemi Corona Disebut Bikin Kerja di Kantor Tak Lagi Relevan

Pandemi Corona Disebut Bikin Kerja di Kantor Tak Lagi Relevan

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 07 Jan 2021 07:38 WIB
Burnout businesswoman under pressure in the office
Ilustrasi kerja di kantor. Foto: iStock
Jakarta -

Pandemi Corona membuat Work from Home atau bekerja dari rumah diterapkan oleh banyak perusahaan. Bahkan menurut beberapa eksekutif, bekerja dari kantor seperti masa lalu bisa menjadi tidak relevan lagi.

Perkantoran fisik memang masih akan dibutuhkan, tapi dianggap bukan untuk bekerja lagi. "Kantor perlu ada untuk tujuan spesifik, untuk event, pelatihan, meeting, tapi bukan sebagai tempat bekerja jam 9 sampai 5. Hal itu berubah. Ini akan menurunkan adopsi real estate yang dimiliki perusahaan," kata Frak Slootman, CEO perusahaan teknologi Snowflake.

Mungkin setelah pandemi Corona usai, ada sebagian karyawan yang ingin kembali bekerja di kantor secara rutin seperti sebelumnya. Tapi beberapa perusahaan sudah menyatakan akan menerapkan WFH secara permanen karena dianggap positif.

"Kami tidak akan kembali seperti dulu. Dari sudut pandang bisnis, ada banyak hal positif dari sistem ini," imbuh Slootman yang dikutip detikINET dari CNBC.

Salah satu manfaat penerapan WFH misalnya adalah peluang merekrut karyawan terbaik dari mana saja. Sebab, mereka bisa bekerja secara jarak jauh. Slootman pun menilai WFH saat pandemi Corona berhasil diterapkan dengan baik tanpa halangan.

"Kami tidak lagi beroperasi secara fisik. Kami benar-benar virtual. Kami berhubungan jika perlu dan beroperasi tanpa perlu kantor pusat dan baik-baik saja," kata dia.

Beberapa perusahaan teknologi raksasa sudah menyatakan akan mengizinkan karyawan bekerja WFH secara permanen. Twitter dan Microsoft misalnya, memberlakukan kebijakan itu. Sedangkan Facebook juga sudah berencana menerapkannya di masa depan.

"Pandemi Corona telah menantang kita semua untuk berpikir, hidup dan bekerja dengan cara baru. Kami akan menawarkan sebanyak mungkin fleksibilitas untuk mendukung gaya bekerja individu," tulis Microsoft dalam memo pada pegawai.



Simak Video "Burnout Akibat WFH, Begini Cara Mengatasinya"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)