Pegawai Tewas Begadang di Kantor, Startup Ini Diinvestigasi

Pegawai Tewas Begadang di Kantor, Startup Ini Diinvestigasi

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 06 Jan 2021 09:19 WIB
BERLIN, GERMANY - DECEMBER 27:  A particpant checks a circuit board next to an oscilloscope on the first day of the 28th Chaos Communication Congress (28C3) - Behind Enemy Lines computer hacker conference on December 27, 2011 in Berlin, Germany. The Chaos Computer Club is Europes biggest network of computer hackers and its annual congress draws up to 3,000 participants.  (Photo by Adam Berry/Getty Images)
Ilustrasi. Foto: GettyImages
Shanghai -

Raksasa toko online di China, Pinduoduo, sedang ketiban masalah. Seorang pegawai wanita yang baru berusia 22 tahun meninggal dunia di kantor di Shanghai, diduga kuat karena bekerja terlalu keras sehingga mempengaruhi kesehatannya.

Seperti dikutip detikINET dari Yahoo Finance, dilaporkan bahwa di akhir Desember 2020 silam, karyawan itu bekerja berjam-jam sampai melewati tengah malam. Kemudian, karyawan itu kolaps ketika mau pulang ke rumah pada pukul 1.30 dinihari.

Sang pegawai yang bergabung dengan Pinduoduo sejak Juli 2019 tersebut lantas dilarikan ke rumah sakit tapi tidak bangun kembali dan akhirnya meninggal dunia 6 jam sejak ia kolaps. Pinduoduo telah membenarkan peristiwa tersebut dan berita ini langsung ramai dibahas di media sosial.

Startup itu dinilai memaksa karyawan terlalu bekerja keras sehingga akhirnya berakibat buruk. Lembaga pemerintah Shanghai Municipal Human Resources and Social Security Bureau pun menggelar investigasi.

Kematian sang karyawan bertepatan dengan protes para kaum muda atas budaya kerja 996 yang masih marak di China, khususnya di perusahaan teknologi. Pegawai diharapkan bekerja dari jam 9 pagi sampai 21 malam atau bahkan lebih selama 6 hari.

Sejauh ini, belum ada bukti apakah kematian karyawan Pinduoduo berhubungan dengan kerja kerasnya. Pihak Pinduoduo menolak memberikan komentar lebih lanjut.

Pinduoduo sendiri tengah berkembang pesat. Pendiri Pinduoduo Colin Huang bahkan baru saja menyalip pendiri Alibaba Jack Ma dan pemilik Tencent Holdings Pony Ma Huateng menjadi orang terkaya kedua di China. Kekayaan bersihnya sekitar USD 63,1 miliar menurut Bloomberg Billionaires Index.

Tahun 2015, Huang memulai Pinduoduo, saat pasar e-commerce China sudah didominasi oleh Alibaba dan JD. Namun berkat berbagai strategi jitunya, Pinduoduo berhasil melesat.



Simak Video "Survei Populix Top 3 Startup di RI: Gojek, Tokopedia dan Traveloka"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)