6 Fakta Dogecoin, Uang Kripto Open Source yang Naik Daun

6 Fakta Dogecoin, Uang Kripto Open Source yang Naik Daun

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Senin, 04 Jan 2021 11:03 WIB
Dogecoin
Dogecoin (Foto: The Independent)
Jakarta -

Mata uang kripto Dogecoin mendadak viral lewat cuitan CEO SpaceX Elon Musk. Yuk kenalan lebih jauh lagi.

Cuitan Twitter Elon Musk membuat harga Dogecoin melesat tinggi. Rekomendasi Elon Musk membuat popularitas Dogecoin naik dengan cepat.

"Elon Musk menyatakan Doge adalah aset kripto favoritnya di Twitter," kata CEO Indodax Oscar Darmawan.

Inilah 6 fakta Dogecoin:

1. Penciptaan Dogecoin

Apa sih Dogecoin dan apa bedanya dengan uang kripto lainnya? Dilihat dari Investopedia, Senin (4/1/2021) Dogecoin adalah cryptocurrency yang open source yang diinisiasi tahun 2013 oleh Jackson Palmer dan Billy Markus.

2. Logo unik Dogecoin

Dogecoin memakai logo anjing ras Jepang, Shiba Inu. Ini adalah anjing yang menjadi meme populer. Itu sebabnya kalau Anda melihat logo anjingnya, wajahnya tampak familiar, karena pernah muncul dalam meme.

3. Awalnya bercanda

Siapa sangka Dogecoin awalnya adalah bercandaan nyaris sarkastis terhadap uang kripto. Jackson Palmer saat itu Product Manager Adobe Inc di Sydney, Australia. Dia awalnya bercanda untuk menyindir kehebohan uang kripto saat itu. Setelah direspons positif, Palmer membeli domain dogecoin.com.

Sementara itu Billy Markus adalah developer software di IBM, Portland, Amerika yang ingin membuat uang digital, tapi kesulitan melakukan promosi. Dia lalu mengontak Palmer dan membuat software di balik Dogecoin.

4. Kebangkitan Dogecoin

Markus membuat coding dari Litecoin. Dogecoin diluncurkan pada 6 Desember 2013. Dalam 2 minggu, nilainya naik 300% akibat China melarang bank investasi di uang kripto.

Komunitasnya tumbuh dan Dogecoin menjadi semacam Bitcoin dalam versi yang lebih ramah konsumen. Pada Januari 2014, Dogecoin menyumbang 27 juta Dogecoin setara USD 30 ribu untuk mendanai timnas kereta luncur Jamaika ke Olimpiade Musim Dingin di Sochi, Rusia.

Pada Maret 2014, Dogecoin menyumbang setara USD 11.000 untuk membangun sumur di Kenya dan menjadi sponsor pebalap NASCAR Josh Wise senilai USD 55 ribu.

5. Kontroversi dan masalah Dogecoin

Dogecoin dapat nama buruk ketika salah seorang anggota komunitasnya Alex Green alias Ryan Kennedy membuat ulah dengan hidup mewah menghamburkan Dogecoin dan penukaran yang disebut Moolah. Belakangan diketahui uangnya dipakai untuk beli Bitcoin dan Kennedy terjerat kasus pemerkosaan tahun 2016.

Pada 2017-2018 terjadi yang disebut Crypto Bubble. Semua mata uang kripto nilainya jatuh termasuk Dogecoin. Pada puncaknya, Dogecoin pernah dijual 18 sen dollar dan nilai pasar USD 2 miliar.

6. Dogecoin kembali bangkit

Dogecoin kembali bangkit pada pertengahan 2019 dengan terdaftar di penukaran kripto Binance. Dogecoin juga bertahan karena didukung oleh komunitas yang loyak menggunakannya untuk uang digital terkait tip untuk konten media sosial.

Kapitalisasi pasarnya pada 21 Desember 2020 mencapai USD 611 juta. Tweet dari Elon Musk, membantu Dogecoin kembali populer.



Simak Video "Elon Musk Gejala Corona, Misi SpaceX Terancam Ditunda"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fyk)