Dapat Investasi Rp 1,4 Triliun, Peluang Sinergi LinkAja Semakin Terbuka

Dapat Investasi Rp 1,4 Triliun, Peluang Sinergi LinkAja Semakin Terbuka

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Sabtu, 28 Nov 2020 11:55 WIB
LinkAja
Foto: Dok. LinkAja
Jakarta -

Investasi sebesar USD 100 juta dari putaran Seri B yang didapat LinkAja membuka peluang sinergi dengan perusahaan lain yang penting dalam mempercepat adopsi non tunai di Indonesia.

Salah satu perusahaan yang tercatat sebagai investor LinkAja itu adalah Grab, dan baik Grab maupun LinkAja kini menantikan kolaborasi yang lebih baik untuk memajukan inklusi keuangan di Indonesia.

Hal ini positif tidak hanya untuk LinkAja tetapi juga ekonomi Indonesia pada umumnya. Beberapa pihak yang mengetahui masalah tersebut mengatakan bahwa dengan mendiversifikasi basis investornya dan bermitra dengan sektor swasta - LinkAja bersiap untuk tahap pertumbuhan berikutnya.

Kemitraan dengan Grab secara khusus akan membantu memperkuat kapabilitas teknologi LinkAja dan berpotensi memberikan akses ke ekosistem digital yang lebih kuat. Kedua perusahaan memiliki cara penggunaan pembayaran elektronik yang unik dan kekuatan yang jika diselaraskan dapat membantu mempercepat adopsi non-tunai di Indonesia.

"Di masa pandemi dan sulitnya menarik FDI (foreign direct investment), kesepakatan antara para pelaku besar ASEAN dan BUMN besar memberikan sinyal optimisme dan kepercayaan berinvestasi di Indonesia bagi investor yang masih menunggu perkembangan (wait and see). Sinergi ini juga mendorong perluasan pasar UMKM yang sangat dipengaruhi oleh turunnya permintaan masyarakat saat pandemi," kata Berly Martawardaya, Direktur Riset INDEF, saat dimintai pendapatnya di Jakarta, (27/11/2020).

Keputusan Kementerian BUMN untuk menyetujui investasi dari perusahaan swasta seperti Grab ke dalam startup anak perusahaan BUMN juga patut dipuji. Saat Indonesia mulai memasuki mode pemulihan pasca pandemi, Indonesia harus fokus pada pemulihan dan peningkatan aliran masuk modal, terutama dalam bentuk FDI.

Investasi dari Grab ke LinkAja tidak hanya mendatangkan FDI, tetapi juga mengirimkan sinyal yang kuat kepada investor global bahwa Indonesia memiliki startup kuat yang layak untuk diinvestasikan, dan bahwa pemerintah terbuka dan bersedia bekerja sama dengan sektor swasta.

Didirikan pada Juni 2019 sebagai hasil sinergi sejumlah BUMN, dalam waktu singkat LinkAja telah tumbuh dan berperan penting dalam mengembangkan layanan nontunai, terutama karena fokusnya pada pengembangan kota-kota sekunder dan tersier di Indonesia.

"Kunci untuk meningkatkan inklusi keuangan adalah meningkatkan akses bagi masyarakat. Peningkatan kapabilitas LinkAja pasca investasi ini bisa menjadi bagian dari sinergi para pelaku sektor keuangan untuk mencapai target Presiden Jokowi mencapai 90 persen inklusi keuangan pada 2024," tutup Berly.

Seperti diketahui, LinkAja mengumumkan adanya investasi yang masuk dari Grab. Perusahaan super app itu memimpin pembiayaan tahapan seri B ini selaku pemegang saham minoritas.

Ini adalah pertama kalinya LinkAja menerima investasi dari perusahaan swasta yang merupakan perusahaan teknologi besar. Secara bersamaan pendanaan ini juga dilakukan oleh Telkomsel, BRI Ventura Investama, dan Mandiri Capital Indonesia.

Pendanaan ini menyepakati total komitmen hingga sekitar US$ 100 juta atau setara Rp 1,4 triliun (kurs Rp 14.040). Pendanaan itu akan dimanfaatkan perusahaan untuk mengakselerasi pertumbuhan LinkAja.



Simak Video "Grab 'Sekolahkan' Mitra Pengemudinya Selama Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)