Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Optimis, Bakrie Telecom Listing 3 Februari

Optimis, Bakrie Telecom Listing 3 Februari


- detikInet

Jakarta - PT Bakrie Telecom menargetkan sahamnya sudah bisa dicatatkan (listing) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada 3 Februari mendatang. Perseroan telah mendapatkan pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) untuk melakukan penawaran (offering) saham perdana.Dengan surat pernyataan efektif tersebut, Bakrie Telecom menyatakan kesiapannya untuk segera menggelar masa penawaran saham mulai 26-30 Januari 2006."Bakrie Telecom akan melakukan penyesuaian dan memulai masa penawaran saham perdana mulai 26 Januari 2006 di Pasar Festival Kuningan," kata Wakil Sekretaris Perusahaan PT Bakrie Telecom Nadia Mars dalam keterangan tertulis, Senin (23/1/2006).Sementara itu Houston Jusuf dari PT Danatama Makmur selaku penjamin pelaksana emisi, optimistis saham Bakrie Telecom akan mampu diserap pasar."Kami yakin saham Bakrie Telecom akan direspon positif oleh masyarakat, karena kapitalisasi pasar dan jumlah sahamnya besar, sehingga likuiditas cukup menjanjikan," kata Houston.Tahun ini perseroan menargetkan jumlah pelanggan Esia sebanyak 1,6 juta pelanggan. Untuk itu perseroan menargetkan belanja investasi pada tahun ini sebesar Rp 1 triliun. Dana tersebut diantaranya Rp 750 miliar diperoleh dari hasil go public Bakrie Telecom dan sisanya dari hasil right issue perusahaan induknya PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR).Sebelumnya Bakrie Telecom direncanakan listing tanggal 23 Januari 2006. Jumlah saham yang akan dilepas ke publik sebanyak 5,5 miliar saham atau sekitar 29,29 persen dari total saham perseroan. Selain itu Bakrie Telecom juga menerbitkan waran sebanyak 1,1 miliar waran.Harga penawaran perdana saham Bakrie Telecom sebesar Rp 110 per saham dengan harga pelaksanaan waran sebesar Rp 135 per saham. Rasio perolehan waran adalah lima banding satu, yakni setiap lima pemegang saham baru berhak mendapat satu waran secara cuma-cuma.Bakrie Telecom akan menggunakan 90 persen dana hasil go public sebesar untuk pengembangan dan peningkatan kualitas jaringan, sisanya 10 persen untuk tambahan modal kerja. (ir) (wicak/)







Hide Ads