Pentingnya Big Data untuk Bisnis Digital Telkom

Pentingnya Big Data untuk Bisnis Digital Telkom

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 14 Okt 2020 16:47 WIB
big data ilustrasi
Ilustrasi big data (Foto: istimewa)
Jakarta -

Data agregat atau big data analytic menjadi harta yang sangat berharga, utamanya untuk perkembangan bisnis digital perusahaan seperti Telkom.

Hal ini membuat investasi atau akuisisi oleh perusahaan, baik swasta nasional maupun BUMN, terhadap perusahaan dengan data agregat yang sangat besar, dinilai sebagai langkah yang sangat positif.

Muhammad Ridwan Effendi, Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi ITB, mengakui bahwa saat ini ada kecenderungan perusahaan di Indonesia sudah 'melirik' potensi ekonomi yang sangat besar dari data agregat.

Dengan bertumbuhnya ekonomi digital dan sudah makin banyak masyarakat Indonesia melek serta memanfaatkan penggunaan platform digital, membuat data agregat menjadi sangat berharga.

"Potensi ekonomi dari data agregat di Indonesia sangat besar. Dari preferensi masyarakat dalam melakukan komunikasi atau kebiasaan berbelanja semuanya tercatat di operator penyelenggara jaringan dan penyedia platform digital, sehingga big data sangat berharga dan harus dapat dimonetisasi oleh bangsa Indonesia. Jangan sampai orang dari negara lain yang memanfaatkan big data masyarakat Indonesia. Saat ini tinggal bagaimana perusahaan di Indonesia dapat memilih mitra yang strategis untuk dapat memonetisasi data agregat tersebut," terang Ridwan.

Saat ini beredar informasi yang menyebutkan bahwa Telkom Group berencana untuk berinvestasi di Gojek. Jika benar Telkom berinvestasi di Gojek, Ridwan menilai langkah tersebut merupakan kebijakan korporasi yang sangat tepat.

Sebab saat ini yang menguasai dan memiliki data agregat yang besar adalah perusahaan digital, sehingga ketika Telkom berinvestasi di Gojek nantinya akan membuka peluang bagi BUMN telekomunikasi tersebut untuk dapat mengolah big data yang dimiliki Gojek.

"Akan banyak potensi ekonomi yang nantinya bisa didapat oleh kedua belah pihak dengan mengolah big data yang dimiliki Telkom maupun Gojek. Saat ini value dari perusahaan bukan lagi dilihat dari hardware saja, tetapi juga software, termasuk kepemilikan data agregat yang besar. Jadi jika benar Telkom akan berinvestasi di Gojek, maka itu menjadi sangat strategis bagi kedua belah pihak untuk dapat memanfaatkan data agregat tersebut," ujar Ridwan.