Xiaomi Masih Catat Laba Meski Dihantam Pandemi

Xiaomi Masih Catat Laba Meski Dihantam Pandemi

Adi Fida Rahman - detikInet
Minggu, 30 Agu 2020 19:13 WIB
Xiaomi founder and CEO Lei Jun attends a launch ceremony of the new flagship phone Xiaomi Mi 9 in Beijing, China February 20, 2019. REUTERS/Jason Lee
Xiaomi masih mencatat untung meski dihantam pandemi. Foto: REUTERS/Jason Lee
Jakarta -

Xiaomi baru saja merilis laporan keuangan di kuartal kedua serta semester pertama 2020. Perusahaan yang bermarkas di China ini mencatat untung meski dihantam pandemi.

Pada Q2 2020, pandemi COVID-19 diakui Xiaomi memberi dampak pada operasi di tingkat global. Pada April dan Mei 2020, sejumlah pasar penting melakukan kebijakan lockdown dan sangat berdampak pada penjualan.

Seiring relaksasi pembatasan bisnis oleh pemerintah, penjualan secara nyata mulai pulih. Tercatat sepanjang April hingga Juni pendapatan dari pasar internasional mencapai 24,029 miliar renminbi atau setara Rp51,3 triliun.

Bila dihitung secara keseluruhan, Xiaomi berhasil mengantongi pendapatan sebesar 53,54 miliar renminbi atau sekitar rp 114,4 triliun. Angka ini tumbuh 3,1% YoY dan naik 7,7% dibanding kuartal sebelumnya (QoQ).

Penjualan ponsel berkontribusi besar pada pemasukan sepanjang April hingga Juni 2020. Tercatat pendapatan yang mereka raih mencapai 31,628 miliar renminbi.

Laba kotor yang diraih Xiaomi sebesar 7,70 miliar renminbi atau setara Rp16,4 triliun, naik 6,1% YoY dan 1,9% QoQ. Setelah disesuaikan dengan pengukuran non-IFRS keuntungan bersih yang didapat 3,37 miliar renminbi atau setara Rp7,1 triliun, turun 7,2% YoY tetapi naik 46,6% QoQ.

Sementara sepanjang paruh pertama 2020, pendapatannya mencapai 103,24 miliar renminbi atau setara Rp219,7 triliun. Angka tersebut naik 7,9% year-on-year (YoY) dan melampaui konsensus pasar.

Kontribusi pasar internasional cukup signifikan meski belum sebesar China, yakni sebesar 48,861 miliar renminbi atau setara Rp104,3 triliun.

Redmi 9ARedmi 9A Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Seperti laporan di kuartal kedua, penjualan ponsel memberikan pemasukan sebesar 61,952 miliar renminbi atau setara Rp131,7 triliun. Tercatat Xiaomi berhasil mengapalkan 23,8 juta unit ponsel. Pada Juli 2020, rata-rata jumlah aktivasi smartphone di pasar internasional (kecuali India) telah mencapai 120% dibandingkan kondisi sebelum pandemi pada Januari.

Pengapalan smartphone premium dengan harga jual 300 euro (atau setara Rp5,2 juta ) atau lebih di pasar internasional naik 99,2% YoY pada Q2. Didorong oleh proporsi penjualan di kelas mid hingga high end, rata-rata harga jual ponsel Xiaomi naik 11,8% YoY dan 7,5% QoQ.

Smartphone flagship dengan teknologi 5G yakni Mi 10 dan Mi 10 Pro yang diluncurkan pada Februari 2020 mencatatkan pengapalan yang melampaui 1 juta unit hanya dalam waktu dua bulan. Pada Agustus 2020, Penjualan Mi 10 Ultra yang belum lama dirilis mampu menorehkan angka penjualan sebesar 400 juta renminbi atau setara Rp854 milyar) dalam waktu 10 menit sejak diperkenalkan.

Laba kotor Xiaomi di semester pertama 2020 mencapai 7,70 miliar renminbi atau setara Rp16,4 triliun, naik 6,1% YoY dan 1,9% QoQ. Sementara laba bersih yang disesuaikan dengan pengukuran non-IFRS mencapai 3,37 miliar renminbi atau setara Rp7,1 triliun, turun 7,2% YoY tetapi naik 46,6% QoQ.