Apple Jadi Perusahaan USD 2 Triliun Berkat Orang Ini

Apple Jadi Perusahaan USD 2 Triliun Berkat Orang Ini

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 22 Agu 2020 08:00 WIB
BEIJING, CHINA - JANUARY 07:  Customers look at iPhones on display at an Apple Store on January 7, 2019 in Beijing, China. Apple Inc. lowered its revenue guidance last week, blaming Chinas slowing economy and weaker than expected iPhone sales, as the companys chief executive officer Tim Cook said in a letter to investors the sales problems were primarily in its Greater China region that accounts for almost 20 percent of its revenue and includes Hong Kong and Taiwan. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images)
Apple Store. Foto: Getty Images
San Francisco -

Apple baru saja menjadi perusahaan pertama dengan nilai valuasi USD 2 triliun atau sekitar Rp 29.400 triliun (kurs Rp 14.700). Capaian ini menjadikan Apple sebagai perusahaan pertama di AS yang nilai asetnya tembus setinggi itu. Siapa yang paling berjasa?

Dengan valuasi itu, Apple menjadi perusahaan paling bernilai di dunia, mengalahkan nama raksasa seperti Aramco, Microsoft dan Amazon. Harga saham Apple telah melonjak 60% dalam satu tahun. Pada Agustus 2018, Apple juga menjadi perusahaan pertama yang bernilai USD 1 triliun.

Investor senang karena menilai Apple makin fokus pada bisnis software, tak cuma hardware. "Dalam 4 bulan terakhir, pasar benar-benar melihat Apple sebagai sebuah perusahaan software. Bisnis layanan mereka tumbuh dengan baik," kata analis pasar Logan Purk.

Hal itu masuk akal karena pertumbuhan pasar iPhone melambat. Layanan semacam iTunes, App Store, Apple Music, AppleCare sampai Apple Pay pun digenjot. Belum lagi layanan baru mereka semacam Apple TV+ dan Apple Card.

Peran besar dalam kesuksesan Apple tentu terutama berkat kepemimpinan sang CEO, Tim Cook. Pada tahun 2017, suksesor Steve Jobs itu mencanangkan pertumbuhan pesat bisnis layanan sampai dua kali lipat dan berhasil melakukannya.

Sempat diragukan dapat memimpin Apple sebaik Steve Jobs, Tim Cook telah membuktikan kehebatannya. Jika Jobs terkenal karena fokusnya memberikan produk-produk hebat, Cook mampu menyetir perusahaan ke arah baru setelah pasar hardware mulai jenuh.

"Cook sukses dengan efektif mengubah bisnis Apple saat industri mulai berubah. Bisnis layanan Apple mekar di bawah dia, menjadi sumber pendapatan terbesar kedua setelah iPhone. Kesuksesan itu membantu menalangi melambatnya penjualan Apple," tulis Business Insider.

"Inovasi Cook membuat Apple telah menjadi perusahaan modern dengan aliran pendapatan beragam, bukan hanya pembuat hardware dengan fans loyal," tambah mereka seperti dikutip detikINET.



Simak Video "Apple Dikabarkan Sedang Buat iPhone Layar Lipat"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/asj)