Bytedance Keluar, Microsoft Siap Masuk Kuasai TikTok di AS

Bytedance Keluar, Microsoft Siap Masuk Kuasai TikTok di AS

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 04 Agu 2020 10:22 WIB
TikTok
Foto: Unsplash/Kon Karampelas
Jakarta -

Bytedance dilaporkan menyetujui untuk mendivestasi operasinya di Amerika Serikat (AS). Langkah tersebut dengan harapan dapat meloloskan anak perusahaannya TikTok dari ancaman larangan oleh Presiden AS Donald Trump.

Seperti diketahui, pada Jumat (31/7) Trump mengungkapkan niatannya untuk mengeluarkan perintah agar TikTok diblokir di AS. Di negeri Paman Sam ini, TikTok memiliki sekitar 80 juta pengguna aktif harian.

Menurut sumber orang dalam, seperti dilansir dari The Guardian, Senin (3/8/2020) divestasi Bytedance ini untuk menyelamatkan masa depan TikTok dan masih dipakai para penggunanya di AS.

Menurut sumber yang sama, beberapa investor Bytedance yang berbasis di AS dapat memaksimalkan potensi untuk mengambil saham minoritas bisnisnya.

Sementara di sisi lain, Microsoft berminat untuk mencaplok TikTok. Perusahaan yang dinakhodai CEO Satya Nadella itu memastikan tengah berdiskusi dengan induk TikTok, ByteDance, untuk mengakuisisi bisnis TikTok di Amerika Serikat.

Pembelian tersebut mungkin sebagai jalan keluar agar TikTok tetap dapat beroperasi di AS, setelah kena ancaman diblokir karena dikhawatirkan sebagai kepanjangan tangan pemerintah China. Microsoft pun dapat menambah amunisi bisnisnya.

Tidak hanya di AS, Microsoft juga berkeinginan membeli bisnis TikTok di Kanada, Australia dan Selandia Baru. Bukan tidak mungkin pula Microsoft akan menawarkan investor Amerika lain untuk terlibat dalam akuisisi tersebut.



Simak Video "ByteDance Tegaskan TikTok Tidak Dijual ke Microsoft atau Oracle"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)