Gegara COVID-19, Apple Harus Bayar Rp 13,8 Triliun ke Samsung

Gegara COVID-19, Apple Harus Bayar Rp 13,8 Triliun ke Samsung

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 14 Jul 2020 13:36 WIB
BEIJING, CHINA - JANUARY 07:  Customers look at iPhones on display at an Apple Store on January 7, 2019 in Beijing, China. Apple Inc. lowered its revenue guidance last week, blaming Chinas slowing economy and weaker than expected iPhone sales, as the companys chief executive officer Tim Cook said in a letter to investors the sales problems were primarily in its Greater China region that accounts for almost 20 percent of its revenue and includes Hong Kong and Taiwan. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Mungkin peribahasa tersebut saat ini dirasakan Apple, yang mana dilaporkan harus membayar penalti sebesar USD 950 juta atau setara Rp 13,8 triliun (kurs USD 1 = Rp 14.532) kepada Samsung.

Penutupan sejumlah Apple Store di berbagai negara berdampak buruk pada penjualan iPhone. Akibatnya, perusahaan yang berbasis di Cupertino, AS, itu memesan terlalu sedikit panel OLED dari Samsung dari jumlah yang sudah ditentukan di kontrak sebelumnya.

Kabar tersebut diketahui menurut sebuah laporan dari Display Supply Chain Consultants, seperti dilansir dari Cnet, Selasa (14/7/2020).

Dengan tidak sesuainya pemesanan OLED Samsung, maka itu menandakan bahwa Apple tidak memenuhi penjualan iPhone ketika virus Corona merebak di seluruh dunia. Dan juga tak sedikit Apple Store harus ditutup akibat pandemi ini.

Pada awal bulan ini, Samsung terlihat mengalami penurunan penjualan perangkatnya pada kuartal kedua tahun ini. Sedangkan, laporan Apple baru akan diumumkan terkait kinerjanya di akhir bulan ini.

Terkait isu penalti ini, baik Samsung maupun Apple tidak segera menanggapi.

Apple sendiri saat ini tengah menyiapkan iPhone 12, yang konon perangkat tersebut hadir tanpa charger atau earbud kabel di dalam kemasannya. Meski begitu, harga iPhone 12 tidak dijamin bakal jadi murah, malah berpotensi lebih mahal dibandingkan iPhone 11.

Menurut analisis Jeff yang membuat perhitungan banderol iPhone 12 tersebut, perkiraan harga teranyat iPhone itu berdasarkan kabar yang hampir pasti, bahwa perusahaan yang didirikan Steve Jobs ini membenamkan teknologi 5G untuk pertama kalinya di iPhone 12.

Selain itu, seluruh varian iPhone 12 dilaporkan bakal menggunakan layar jenis OLED untuk tampilan warna cemerlang dan tajam. Adapun model terbawah iPhone 11 masih menggunakan layar LCD yang lebih murah.

sepeda


Simak Video "Tertunda, iPhone 12 Belum Akan Dijual September 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)