'Kelakuan Apple Mirip Preman'

'Kelakuan Apple Mirip Preman'

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Kamis, 18 Jun 2020 20:24 WIB
Apple App Store
Foto: internet
Jakarta -

CTO Basecamp David Heinemeier Hansson, pengembang layanan email Hey.com menyebut perilaku Apple layaknya seorang preman. Apa penyebabnya?

Pernyataan Hansson tersebut dilontarkan setelah Apple menolak memperbaiki sebuah bug dan memaksa Basecamp memberikan opsi pelanggan Hey untuk berlangganan layanannya itu lewat App Store.

"Saya sangat kaget terhadap ancaman tersebut. Saya pikir seharusnya ancaman seperti itu disamarkan lewat sebuah eufinisme atau sejenisnya," ujar Hansson.

Apple memang mewajibkan para developer aplikasi di App Store untuk mengikuti aturan-aturan yang ketat. Termasuk mewajibkan para developer untuk memberikan opsi pembelian in-app jika ingin menawarkan konten yang sebelumnya bisa dibeli lewat platform lain.

Hey.com adalah layanan email yang belum lama ini diluncurkan. Mereka menawarkan layanan alternatif Gmail dengan biaya USD 99 setiap tahunnya. Namun saat ini, mereka hanya memberikan opsi berlangganan lewat situsnya.


Apple awalnya memang memberi izin aplikasi ini untuk ditampilkan di iOS. Namun menurut Hansson, saat Hey meminta perbaikan sebuah bug, permintaan tersebut ditolak karena mereka tak memberikan opsi pembelian in-app itu lewat App Store, dan kemudian pembaruan aplikasi Hey pun ditolak oleh Apple.

"Layaknya mafia, mereka menghubungi kami lewat telepon. Menyatakan kalau, pertama, mereka memecahkan jendela kami dengan menolak permintaan perbaikan bug). Kemudian, tanpa eufinisme (ungkapan yang lebih halus), mereka menyatakan akan membakar toko kami (dengan menghapus aplikasi kami), kecuali kami membayar," tulis Hansson lewat twitternya.

Kebanyakan developer memang menjadikan opsi pembelian in-app lewat App Store sebagai jalan terakhir untuk monetasi layanannya. Pasalnya Apple menerapkan 'pajak' sampai dengan 30% untuk setiap transaksi pembelian digital yang dilakukan lewat App Store.

Contohnya adalah Netflix, yang sudah tak lagi menawarkan opsi berlangganan lewat App Store sejak 2018. Lalu ada juga Spotify yang mengaku harus meningkatkan biaya langganan layanannya untuk menutupi pemasukan mereka yang hilang dari potongan pajak Apple tersebut.

Masih banyak lagi developer yang mengeluhkan skema pajak Apple ini, dan Apple tetap bergeming terhadap aturan ini, meskipun sebenarnya mereka memberikan keringanan terhadap sejumlah aplikasi ataupun membebaskan mereka dari pajak tersebut.



Simak Video "Apple Bakal Bikin Siri Berbahasa Indonesia "
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)