Pengapalan Xiaomi dan Realme Meroket di Tengah Corona

Pengapalan Xiaomi dan Realme Meroket di Tengah Corona

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Minggu, 03 Mei 2020 02:50 WIB
Xiaomi
Foto: Lucky Sebastian/detikINET
Jakarta -

Pengapalan ponsel secara global menurun 13% pada Q1 2020, tak sampai 300 juta unit dan pertama kalinya terjadi selama enam tahun.

Counterpoint Research menyebut turunnya pengapalan ponsel ini terjadi karena pandemi Corona. Namun ada pabrikan ponsel yang pengapalannya malah meningkat, saat mayoritas pabrikan ponsel mengalami penurunan.

Xiaomi dan Realme adalah pabrikan yang performanya layak diperhatikan selama Q1 2020. Pengapalan produk keduanya bisa tumbuh berkat performa mereka yang kuat di India.

Pengapalan Xiaomi tumbuh 7% secara year onc year menjadi 29,7 juta unit dengan market share 10%. Sementara Realme pertumbuhan year on yearnya mencapai 157% dengan pengapalan 7,2 juta unit dan market share 2%.

Secara keseluruhan, Samsung masih jadi pabrikan dengan market share terbesar selama 8 tahun berturut-turut. Antara Januari sampai Maret 2020, perusahaan asal Korea Selatan itu mengapalkan 51 juta perangkat, dengan market share 20%.

Meski paling tinggi, jumlah ini sebenarnya menurun 18% secara year on year. Penurunan ini menurut Counterpoint salah satunya terjadi karena seri Galaxy S20, yang dijual dengan harga tinggi pada waktu yang tak tepat, yaitu pandemi Corona, di mana daya beli menurun.

Di posisi kedua ada Huawei, yang posisinya masih terbantu dengan penjualannya di China, sementara penjualan di negara lain tak bisa diharapkan karena pandemi Corona dan larangan dari pemerintah AS.

Mereka mengapalkan 49 juta ponsel selama Q1 2020, menurun 17,1% dibanding tahun lalu, namun sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata industri, demikian dikutip detikINET dari Phone Arena, Minggu (3/5/2020).



Simak Video "China-India Alami Konflik, Bos Xiaomi: Tak Berdampak ke Bisnis Kami"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/afr)