EA Dituntut Investor Jamdat
- detikInet
Jakarta -
Sekitar satu minggu yang lalu, Electronic Arts (EA) mengumumkan akan mengakusisi Jamdat Mobile. Kini justru EA malah dituntut ke pengadilan oleh investor Jamdat. Ada apa? Investor Jamdat tak sepakat dengan nilai akuisisi yang ditawarkan EA. Alhasil, EA dituntut ke pengadilan. Tidak hanya itu, investor tersebut bahkan meminta pengadilan untuk membubarkan akusisi antara EA dan Jamdat.Sebagai informasi, sebelumnya EA menyatakan pihaknya akan membeli pembuat video game ponsel terbesar di dunia itu -- Jamdat Mobile -- seharga US$680 juta (US$1 = Rp 9790, sumber: detik.com). Jika ditukar dengan harga per lembar saham pada saat itu, jumlah ini setara dengan US$27 per saham. Tetapi, ternyata di pasar saham terbuka, harga saham tersebut anjlok menjadi US$22,45.Seperti dilansir detikinet dari gamespot.com Kamis (15/12/2005), harga pembelian itu ternyata tak memuaskan investor Jamdat. Akhirnya investor tersebut membuat surat pengaduan ke pengadilan tinggi di Los Angeles. Dirinya meminta agar penjualan saham tersebut dihentikan.Salah seorang pemegang saham Jamdat, Elliot Fox, meminta agar pengadilan membatalkan perjanjian akuisisi yang dilakukan EA dan Jamdat. Elliot menilai akuisisi itu tidak sah dan tidak bisa dilaksanakan. Dirinya menuntut direktur Jamdat karena tidak berhasil mendapatkan harga yang sesuai dengan perjanjian harga awal.Sementara itu analis Wedbush Morgan Securities, Michael Pachte, menilai EA membeli Jamdat dengan harga pantas, jika mereka ingin mendapatkan keuntungan besar. Beberapa orang menilai, EA berambisi menjadi pemain pada pasar game yang sedang berkembang. Salah satunya dengan mengakuisisi Jamdat.
(ien/)