Dampak Pandemi Corona, GoPro PHK 200an Pegawai

Dampak Pandemi Corona, GoPro PHK 200an Pegawai

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 17 Apr 2020 06:31 WIB
GoPro Karma
GoPro Karma. Foto: Dok. GoPro
Jakarta -

GoPro mem-PHK lebih dari 20% dari pegawainya, atau sekitar 200an orang pegawai setelah mereka terkena dampak keuangan yang signifikan pada masa pandemi Corona ini.

Langkah PHK ini dilakukan untuk mengurangi pengeluaran operasional sebanyak USD 100 juta per tahun, dan juga penghematan biaya operasional sebesar USD 250 juta yang direncanakan pada 2021 mendatang.

Selain PHK, GoPro juga menyebut kalau Nicholas Woodman, CEO sekaligus pendiri GoPro, tak akan menerima gaji selama 2020 ini. Mereka pun akan mengubah model bisnisnya menjadi penjualan langsung ke konsumen.

Restrukturisasi GoPro sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu, tepatnya setelah mereka berusaha mengembalikan kondisi keuangan mereka yang merosot. Salah satu penyebabnya adalah kegagalan GoPro masuk ke pasar drone.

Pada 2016, setelah beberapa kali tertunda, GoPro merilis drone Karma. Drone ini gagal sukses di pasaran yang kemudian membuat GoPro kapok dan tak lagi menggarap bisnis drone.

Pada 2019 lalu sebenarnya kondisi keuangan GoPro sudah mulai membaik dengan mencatatkan pemasukan sebesar USD 243 juta, meningkat 20% dibanding kuartal yang sama tahun sebelumnya. Meski begitu mereka masih rugi sebesar USD 24 juta saat itu, namun jumlah kerugiannya jauh menurun ketimbang Q1 2018 di mana mereka rugi USD 76 juta.

Membaiknya laporan keuangan GoPro itu sedikit banyak terbantu dari perilisan Hero 7 Black, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Jumat (17/4/2020).



Simak Video "Gojek Beri Paket Pesangon ke 430 Karyawan yang Kena PHK"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/afr)