Pandemi Corona, Penjualan Hand Sanitizer di Ecommerce Meningkat 500%

Pandemi Corona, Penjualan Hand Sanitizer di Ecommerce Meningkat 500%

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Kamis, 02 Apr 2020 07:31 WIB
Sirclo
Foto: Dok. Sirclo
Jakarta -

Fenomena panic buying terkait pandemi corona tak cuma terjadi di pasar offline, melainkan juga di ecommerce. Bahkan, peningkatan penjualan secara online untuk produk sanitasi bisa meningkat sampai 500%.

Menurut Sirclo, perusahaan enabler ecommerce, peningkatan terbesar teradi pada penjualan produk sanitasi tangan alias hand sanitizer, yang peningkatannya mencapai 531% pada bulan Februari lalu. Produk sabun tangan mengalami peningkatan 304%.

Posisi ketiga ditempati oleh produk tisu basah dengan peningkatan 227%. Produk kesehatan dan suplai vitamin juga mengalami peningkatan penjualan sebesar 210%. Angka ini terus meningkat pada bulan Maret.

Pandemi Corona, Penjualan Hand Sanitizer di Ecommerce Meningkat 500%Produk yang mengalami peningkatan pembelian pada bulan Februari dan Maret (% mewakili peningkatan penjualan). Foto: Dok. Sirclo

Angka kasus COVID-19 yang terkonfirmasi di Indonesia terus meningkat dan disusul oleh himbauan presiden agar seluruh warga Indonesia melakukan physical distancing dan work from home. Ini semakin menyebabkan perpindahan lalu lintas pembelian barang kebutuhan dari toko offline ke toko online.

Ini terlihat dari meningkatnya jumlah pengunjung website dan peningkatan penjualan online. Setelah pengumuman dua kasus pertama COVID-19 di Indonesia muncul, berbagai official store dari brand sanitasi yang dikelola Sirclo mengalami peningkatan traffic sebesar 4 kali lipat dibandingkan minggu sebelumnya.

"Seiring dengan himbauan pembatasan fisik, toko online dapat terus mengalami lonjakan pengunjung dengan penjualan yang lebih tinggi lagi. Menurut data penjualan brands yang kami fasilitasi melalui marketplace, empat kategori produk sanitasi yang mengalami lonjakan permintaan dan penjualan masih menempati posisi teratas pada bulan Maret," ujar CEO dan Cofounder Sirclo Brian Marshal dalam keterangan yang diterima detikINET.

"Hingga minggu ketiga Maret, penjualan hand sanitizer mengalami peningkatan sebesar 585%. Sabun cuci tangan mengalami peningkatan penjualan 355%, dan produk vitamin mengalami peningkatan sebesar 242%," ujar Brian.

Salah satu sorotan dari fenomena ini adalah adanya lonjakan penjualan dari penyanitasi tangan merk Antis, salah satu klien Sirclo, pada Tokopedia yang terjadi pada tanggal 23 Maret lalu.

"Hanya dalam 42 menit semenjak produk diunggah, tercatat sekitar 72.000 unit yang terjual," tambahnya. Di samping itu, peningkatan penjualan tertinggi terjadi pada produk tisu basah, sebesar 587%.

Berdasarkan data penjualan yang ada, tim Sirclo melakukan prediksi bahwa di antara 4 produk high-demand ini, tisu basah akan mengalami peningkatan tertinggi dalam waktu mendatang, sebesar 719,63%.

Salah satu penelitian The New England Journal of Medicine menemukan bahwa virus COVID-19 dapat bertahan selama 4 jam pada permukaan tembaga, 24 jam pada permukaan karton, dan 72 jam pada permukaan plastik serta stainless steel. Dr Kalisvar Marimuthu, konsultan senior untuk penyakit menular pada National Centre for Infectious Diseases (NCID) Singapura, mengemukakan bahwa tisu basah lebih direkomendasikan untuk membersihkan permukaan dibanding membersihkan tangan.

Pandemi Corona, Penjualan Hand Sanitizer di Ecommerce Meningkat 500%Produk-produk yang diprediksi akan mengalami peningkatan penjualan secara online di bulan Maret (% mewakili angka tingkat peningkatan penjualan). Foto: Dok. Sirclo

Di samping itu, menurut prediksi Sirclo, sanitasi tangan juga diprediksi akan mengalami peningkatan sebesar 640,95%, diikuti oleh peningkatan penjualan oleh produk sabun tangan sebesar 440,26% serta produk vitamin sebesar 308,72%. Menurut informasi dari Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC), sanitasi tangan yang mengandung setidaknya 60% alkohol bisa menjadi pelindung terbaik dari virus ketika air dan sabun tidak tersedia.

"Fenomena panic buying ini akan menyebabkan ketidakseimbangan jumlah distribusi stok, terutama untuk yang membutuhkan. Di sini, Sirclo sebagai e-commerce enabler tidak hanya punya tugas membantu brand dan bisnis berjualan secara online, namun juga menjaga agar distribusi barang seimbang dan menghindari konsekuensi negatif di masa pandemi ini, seperti peningkatan harga yang ekstrim," jelas Brian.

"Selama pandemi belum berakhir, masyarakat akan terus melakukan pembatasan fisik dan semakin bergantung pada toko online untuk memenuhi kebutuhan harian mereka. Dengan demikian, faktor keberadaan digital atau online presence menjadi aspek bisnis yang lebih signifikan ke depannya. Sekarang merupakan saatnya para brand untuk meningkatkan online presence, agar tetap bisa memberikan nilai yang maksimal bagi para pelanggan," jelas Brian.



Simak Video "Polda Gorontalo Sulap Miras Jadi Hand Sanitizer"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)