Kamis, 19 Mar 2020 11:39 WIB

'Nilai Aset Kripto Tak Terpengaruh Isu Virus Corona'

Anggoro Suryo Jati - detikInet
VANCOUVER, BC - OCTOBER 29: Gabriel Scheare uses the worlds first bitcoin ATM on October 29, 2013 at Waves Coffee House in Vancouver, British Columbia. Scheare said he Foto: Getty Images
Jakarta -

Harga bitcoin dan beberapa aset kripto belakangan mengalami penurunan, namun penjualannya beberapa hari belakangan mengalami peningkatan, terutama setelah banyak perusahaan yang membolehkan pegawainya bekerja dari rumah.

Hal ini diutarakan oleh CEO Indodax Oscar Darmawan, yang menyebut saat ini adalah momen yang tepat untuk membeli aset kripto. Yaitu karena sejumlah aset kripto yang harganya mulai kembali naik, yang disertai dengan meningkatnya pembelian aset kripto tersebut.

"Harga bitcoin dan aset kripto lain turun karena ada aksi jual dari sekelompok orang yang membutuhkan uang tunai karena kondisi ekonomi global yang terus memburuk. Tetapi dua hari terakhir kita melihat harga kripto mulai mengalami lonjakan harga kembali karena demand yang muncul dari orang yang khawatir dengan kondisi ekonomi global saat ini yang makin tidak menentu karena virus corona ini. Ini jadi momen menarik untuk melihat bagaimana performa aset kripto di tengah tekanan ekonomi global, apakah mampu aset kripto membuktikan dirinya sebagai aset yang anti resesi" kata Oscar dalam keterangan yang diterima detikINET.

Menurutnya, kondisi aset kripto ini berbeda dengan produk investasi lain, seperti saham dan reksa dana yang dipengaruhi oleh pelemahan ekonomi dan kebijakan pemerintah saat virus corona. Hal itu dikarenakan bitcoin dan aset kripto lain tidak dipengaruhi oleh pelemahan ekonomi dan kebijakan pemerintahan. Penentuan harga bitcoin dan aset kripto lainnya hanya supply dan demand.

"Jadi, corona ini tidak memberikan dampak langsung kepada penurunan harga bitcoin. Penyebab turunnya harga hanya karena aksi jual dari sekelompok orang yang membutuhkan uang tunai untuk berbelanja dan menyelamatkan usaha mereka karena corona. Hanya itu saja. Beda dengan saham, reksa dana dan lain-lain yang terpengaruh langsung dengan krisis global dan kebijakan pemerintah," tambahnya.

"Di sisi lain justru muncul demand baru yang cukup besar yang mendorong harga kripto naik karena harga nya menjadi murah dan masyarakat membutuhkan media investasi yang lebih aman dan tidak terpengaruh efek ekonomi global sehingga aset kripto menjadi salah satu pilihannya. Hal ini terbukti dengan harga aset kripto di beberapa aset mulai mengalami kenaikan kembali" kata Oscar.

Pada pekan lalu, harga bitcoin sempat turun ke Rp 63,52 juta. Namun, pada Rabu pagi (18/3) sekitar pukul 10.00 WIB, harga bitcoin sudah mencapai Rp 83,90 juta.

"Artinya, bitcoin sudah mulai memperlihatkan tren kenaikan harga," tutup Oscar.



Simak Video "Prediksi NTT: Nilai Tukar Bitcoin Turun, Cryptojacking Ditinggalkan"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)