Senin, 24 Feb 2020 12:36 WIB

Grab Dapat Suntikan Dana Rp 9,7 Triliun dari MUFG

Alfi Kholisdinuka - detikInet
GrabBajay Foto: Raras Prawitaningrum/detikcom
Jakarta -

Perusahaan transportasi online asal Singapura, Grab dikabarkan mendapat suntikan dana dari perusahaan asal Jepang Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) lebih dari USD 700 juta atau setara Rp 9,7 triliun.

Dilansir dari CNBC Indonesia Senin (24/2/2020), orang terdekat yang enggan disebut namanya mengatakan bank Jepang MUFG ini bermaksud menawarkan berbagai layanan keuangan mulai dari pinjaman pribadi dan asuransi melalui sebuah fitur kredit pinjaman yang dikembangkan oleh Grab.

Sebabnya, Grab yang didukung oleh SoftBank ini tengah membangun aplikasi super regional yang menawarkan lebih banyak layanan termasuk keuangan dan pembayaran hingga perjalanan untuk para penggunanya. Kendati demikian Grab masih mencari modal lebih untuk mengembangkan layanan terbaru ini agar berjalan dengan baik.

Aplikasi Grab sendiri kini sudah diunduh 166 juta perangkat namun pihaknya tidak menyebut berapa jumlah pengguna yang aktif. Kabarnya kedua perusahaan Grab dan MUFG ini akan segera mengumumkan kerjasama ini dalam waktu dekat.

Tentunya, suntikan modal membuat modal Grab semakin besar. Mengingat suntikan modal yang terakhir adalah pendanaan seri H yang dikumpulkan pada 2018 dan 2019 lalu. Pada 2019, Grab menerima suntikan modal sekitar US$ 1,5 miliar dari SoftBank Vision Fund.

Diketahui Grab juga tercatat telah disokong oleh sejumlah nama besar. Sebut saja Beacon Venture Capital, Hyundai Motor Company serta Yamaha Motor Company. Sebagai informasi Grab saat ini telah beroperasi di beberapa negara Asia tenggara termasuk Indonesia, Malaysia, Kamboja, Myanmar, Thailand, Vietnam dan Filipina.

Selanjutnya suntikan dana juga diperoleh dari Invesco sebesar US$ 300 juta yang masih dalam putaran pendanaan yang sama yaitu seri H. Dengan pendanaan terbaru dari MUFG ini, total dana yang dikantongi Grab mencapai USD 9,8 miliar atau sekitar Rp 125 triliun.

Grab Dapat Suntikan Dana Rp 9,7 Triliun dari MUFG
(prf/fay)