Terancam Ditutup, Kazaa Didesak Pasang Filter
- detikInet
Jakarta -
Pengadilan Tinggi Australia mengancam untuk menutup jaringan berbagi file Kazaa. Agar tidak ditutup, pemiliknya harus segera memasang filter anti pembajakan. Hakim Pengadilan Tinggi Australia, Murray Wilcox meminta pemilik Kazaa untuk memasang filter terbaru sebagai bagian dari pencegahan pembajakan musik. Kejadian tersebut bermula dari adanya perkara antara Sharman Networks pemilik Kazaa dan industri rekaman Australia."Sharman Network sedang memenuhi keinginan pengadilan," ujar juru bicara Sharman Networks Julie Fenwick seperti dikutip detikinet dari ABC News Selasa (29/11/2005).Wilcox memberi waktu kepada Sharman hingga minggu depan untuk mengembangkan versi terbaru software desktop Kazaa Media dengan sistem penyaringan built in terbaru. Sistem itu akan menggunakan 3.000 kata kunci yang diperkirakan mencakup nama-nama artis-artis populer.Setiap pencarian yang menggunakan kata kunci tersebut akan diblok oleh penyaring. Hal tersebut bertujuan menghindari pembajakan yang sering digunakan pengguna Kazaa.Wilcox juga menginginkan Sharman mendorong penggunanya agar segera segera men-download software terbaru tersebut. Caranya, dengan mengirimkan pesan dalam bentuk dialog box ke setiap pengguna. "Tanggal 5 Desember merupakan batas akhir Kazaa, bila pada tanggal tersebut sistem filter masih belum terlaksana, maka Kazaa akan ditutup," ujar Stephen Peach, Chief Executive Asosiasi Industri Rekaman Australia.Tetapi menurut ABC News, bagaimanapun juga tidak mungkin Kazaa akan ditutup. Pasalnya keputusan pengadilan itu hanya berlaku bagi pengguna di Australia. Sedangkan pengguna Kazaa menyebar ke seluruh dunia. Selain itu, pengguna versi lama software Kazaa tidak akan terpengaruh oleh sistem filter baru.
(ien/)