Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Kofi Annan Dukung Laptop Murah

Kofi Annan Dukung Laptop Murah


- detikInet

Jakarta - Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kofi Annan, menyatakan dukungannya terhadap pengadaan laptop murah untuk anak-anak. Sedianya laptop murah ini akan dikapalkan pada Februari atau Maret mendatang guna membantu pendidikan teknologi pada anak sekolahan di negara miskin. Laptop tersebut dilengkapi dengan akses jaringan nirkabel dan engkol untuk pembangkit listrik. Agar menarik, laptop dikemas dengan warna hijau limau. Colokan listriknya dihiasi dengan warna kuning. Disinyalir laptop tersebut dijual lebih murah dengan bandrol sekitar Rp 1 juta atau US$100 (US$1 = Rp 10.005, sumber: detik.com). Padahal, biaya produksi saja diperkirakan mencapai US$110. Tujuannya adalah agar pemerintah atau penyandang dana mau membeli laptop itu dan didistribusikan kepada anak-anak yang berhak."Laptop serbaguna ini memungkinkan anak-anak menjadi lebih aktif dalam belajar," tandas Kofi Annan, Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) kepada wartawan seperti dilansir detikinet Jumat (18/11/2005) dari Associated Press.Sebagai informasi, Annan dan lebih dari 23.000 orang dari 176 negara tengah menghadiri acara World Summit on the Information Society (WSIS). WSIS merupakan Konferensi Tingkat Tinggi yang diprakarsai PBB untuk membahas masalah masyarakat informasi. Konferensi itu diadakan di Tunisia mulai 14-19 November 2005.Menurut Annan, WSIS juga mendiskusikan cara untuk memperluas teknologi komunikasi ke dunia yang paling miskin. Salah satunya dengan proyek seperti laptop ini.Sementara itu Ketua MIT Media Lab, Nicholas Negroponte, mengatakan pihaknya berharap bisa menjual 1 juta laptop ke Brazil, Thailand, Mesir dan Nigeria. Negroponte adalah pemrakarsa proyek laptop murah tersebut.Siapa yang akan membuat laptop? Negroponte tidak menjelaskan. Yang jelas setidaknya ada lima perusahaan yang dipertimbangkan untuk terjun ke pembuatan laptop itu. Menurutnya, versi laptop komersial akan tersedia dengan harga yang lebih tinggi. Ini dilakukan agar subsidi laptop untuk anak-anak tersedia.Negroponte menambahkan laptop itu akan memakai sistim operasi open source, seperti Linux. Menurutnya, sistim operasi open source lebih murah ketimbang sistim operasi Windows Microsoft.Pada saat yang sama, Microsoft memperkenalkan jaringan pusat pembelajaran terbaru di Tunisia. Pusat pembelajaran ini diadakan untuk melatih orang-orang menjadi pengajar di bidang teknologi. (ien/)







Hide Ads