Minggu, 24 Nov 2019 13:51 WIB

Microsoft Dapat Lisensi untuk Berbisnis dengan Huawei

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Microsoft mendapat izin lisensi untuk berbisnis dengan Huawei, yaitu untuk menjual softwarenya ke perusahaan yang masuk ke dalam daftar hitam pemerintah Amerika Serikat tersebut.

Sebelumnya, Microsoft -- dan banyak perusahaan lain -- memang tidak boleh berbisnis dengan Huawei karena masuknya perusahaan tersebut ke dalam Entity List Departemen Perdagangan AS, yang membuat Huawei dilarang berbisnis dengan entitas apa pun yang berasal dari AS.



Namun pemerintah AS kemudian memberikan kelonggaran, dalam bentuk memberi kesempatan untuk meminta izin lisensi agar bisa berbisnis kembali dengan Huawei. Dan Microsoft, adalah salah satu perusahaan yang mendapat lisensi tersebut.

"Pada 20 November, Departemen Perdagangan AS mengizinkan permintaan Microsoft untuk mendapat lisensi ekspor software 'pasar massal 'ke Huawei. Kami sangat menghargai langkah untuk merespon permintaan kami," ujar juru bicara Microsoft dalam pernyataan resminya.

Tak jelas apa yang dimaksud dengan istilah pasar massal, namun sebelumnya Microsoft menjual lisensi Windows dan Office ke Huawei. Jadi sepertinya yang dimaksud tersebut adalah Microsoft bisa menjual lisensi produk andalannya itu ke Huawei.

Lisensi ini bakal membantu Huawei untuk menjajakan solusi server dan laptop berbasis Windows-nya, demikian dikutip detikINET dari The Verge.

Huawei sebelumnya memang terpaksa menunda peluncuran laptop anyarnya yang berbasis Windows karena masalah ini. Laptop tersebut sejatinya akan dirilis pada CES Asia pada awal 2019 lalu.

Lalu Microsoft pun terpaksa berhenti menjajakan laptop MateBook X milik Huawei di toko-tokonya. Meski hal itu hanya berlangsung sebentar, karena tak Microsoft pada Juni lalu sudah kembali menjual MateBook X di toko onlinenya.

Namun yang terpenting bagi Microsoft dengan lisensi ini adalah mereka bisa melanjutkan kerja samanya dengan Huawei untuk menggarap Azure. Microsoft dan Huawei sama-sama mengoperasikan solusi cloud hybrid untuk Azure, menggunakan server Huawei yang bersertifikasi Microsoft.



Namun bukan berarti Huawei sudah bisa bernafas lega, karena Azure dan lini laptop mereka mungkin tetap mengalami masalah produksi, karena pemblokiran yang ada juga berdampak pada komponen buatan pabrikan asal AS, contohnya Intel.

Simak Video "Microsoft: 83% Perangkat Lunak di Indonesia Ilegal"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)