Kamis, 07 Nov 2019 11:42 WIB

Startup Andalan Gagal, Orang Terkaya Jepang Tekor Rp 124 Triliun

Fino Yurio Kristo - detikInet
Masayoshi Son. Foto: Getty Images Masayoshi Son. Foto: Getty Images
Tokyo - Masayoshi Son sedang kurang senang. Konglomerasi miliknya, Softbank Group Crop, mengalami kerugian untuk pertama kalinya dalam 14 tahun, sebesar USD 8,9 miliar atau di kisaran Rp 124 triliun.

Faktor utamanya adalah startup yang dimodali Softbank seperti Uber dan WeWork menurun valuasinya. Bulan silam, Softbank terpaksa mengucurkan dana tambahan USD 10 miliar karena WeWork terus merugi dan tertunda berjualan saham atau IPO.

Masayoshi Son yang orang terkaya di Jepang ini mengakui penilaiannya terhadap WeWork buruk. Keberaniannya mengambil risiko dengan mengucurkan banyak uang pada WeWork berujung kerugian besar.


"Penilaian investasi saya memang buruk dalam banyak hal dan saya berefleksi secara mendalam soal itu," kata Son yang dikutip detikINET dari Reuters.

Dia mengaku tutup mata terhadap WeWork yang jatuh antara lain karena kelakuan minus pendirinya, Adam Neumann, yang suka foya foya serta kurang sigap memimpin. Neumann telah didepak dari posisi CEO WeWork.

Namun demikian, Son masih yakin bahwa WeWork yang bergerak dalam bidang office sharing itu masih solid dalam bisnis. Ia optimistis WeWork nantinya bakal meraup keuntungan.

Tak mau WeWork ambruk, Softbank telah melakukan langkah penyelamatan dengan cara mengambil alih perusahaan bermodal uang tambahan sekitar USD 10 miliar.

Neumann yang beberapa waktu lalu lengser dari posisi CEO, akan diberi kompensasi USD 1,7 miliar atau di kisaran Rp 23 triliun dengan syarat ia melepaskan hak voting dan keluar sepenuhnya dari WeWork.



Simak Video "Menkominfo Sebut Startup Pendidikan Sebagai Calon Kuat ''The Next Unicorn''"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/rns)