Selasa, 05 Nov 2019 13:05 WIB

Gojek Siap Mengaspal di Malaysia Awal 2020

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: Rengga Sancaya/detikcom Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta - Operasional Gojek di Malaysia sudah mendapatkan restu dari pemerintah setempat. Rencananya, Gojek segera mengaspal di Negeri Jiran tersebut awal tahun depan, yakni Januari 2020.

Menurut Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke Siew Fook, Gojek akan mulai beroperasi di Malaysia setelah melalui proses peninjauan lebih dari enam bulan untuk mengukur permintaan untuk layanan mereka.

Selain di Malaysia, di tahun yang sama, seperti dikutip dari Tech in Asia, Selasa (5/11/2019), Gojek juga berencana masuk Filipina. Perjuangan Gojek untuk bisa hadir di sana pun tidak mudah karena sempat mengalami penolakan.



Januari tahun ini, pengajuan izin yang diajukan Gojek ke Philippine Land Transportation Franchising and Regulatory Board ditolak. Kemudian pada Maret, Gojek mencoba lagi mengakuisisi lisensi operasional di Filipina dan kembali harus menghadapi penolakan.

Pemerintah Filipina menegaskan bahwa untuk bisa mendapatkan izin operasional di sana, perusahaan-perusahaan ride hailing di negaranya, harus setidaknya 60% dimiliki oleh orang Filipina sendiri.

Lain lagi dengan tantangan yang dihadapi Gojek saat akan masuk Malaysia. Sebelum disetujui untuk beroperasi, pro dan kontra bermunculan soal kedatangan ojek online di sana.

Bagi pihak yang kontra, selain menyoroti keamanan berkendara motor, mereka juga menilai Gojek tidak sesuai dengan budaya dan kesempatan kerja di kalangan anak muda Malaysia.

Kritikan paling keras datang dari pendiri Big Blue Taxi Shamsubahrin Ismail memprotes keputusan Kabinet Perdana Menteri Mahathir Mohamad yang memberi angin segar pada Gojek di Malaysia. Menurutnya itu langkah mundur.

Shamsubahrin mengungkapkan Malaysia dan Indonesia memiliki banyak perbedaan termasuk budaya. Atas dasar itu dia menilai seharusnya pemerintah Malaysia tidak mendorong anak muda untuk menjadi ojek online sebagai mata pencaharian.

"Gojek bisa dilakukan di Indonesia karena tingkat kemiskinannya sangat tinggi, tidak seperti di Malaysia. Budaya mereka juga sangat berbeda dibandingkan dengan kita. Di Indonesia, wanita dapat memeluk driver (sebagian besar pengendara adalah pria) begitu saja tetapi bagaimana dengan Malaysia? Apakah kita ingin melihat wanita kita memeluk driver di sana-sini?" protesnya saat itu.



Yang jelas, dengan berbagai kontroversi yang mengelilinginya, layanan yang didirikan Nadiem Makarim tersebut tengah berupaya melebarkan sayapnya ke luar Indonesia. Sejauh ini, Gojek sudah berekspansi ke Vietnam, Thailand dan Singapura.

Simak Video "Gojek Bantu Startup Karya Perempuan Dapatkan Kucuran Uang"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)