Software Bekas Pakai? Jual Saja Lisensinya!
- detikInet
Jakarta -
Microsoft merestui praktik bisnis yang menjual lisensi softwarenya yang bekas pakai, dengan harga diskon. Banyak pihak tercengang dengan praktik ini. Akankah ini jadi model bisnis baru? Salah satu pundi uang Microsoft adalah dari menjual lisensi software buatannya. Selama ini, konsumen Microsoft tidak pernah membeli software, melainkan membeli lisensi penggunaannya. Lalu, apa jadinya jika lisensi software tersebut dijual kembali setelah dipakai. Harganya didiskon pula!Sudah pasti konsumen memilih membeli lisensi yang lebih murah. Uang yang harusnya masuk kocek Microsoft pun berpindah ke tangan deler.Adalah Disclic (discount-licensing), perusahaan yang menawarkan lisensi software bekas pakai, mulai minggu ini di Inggris. Perusahaan penjualan yang merupakan anak perusahaan Disclic Limited ini, menjual kembali lisensi software dari perusahaan-perusahaan yang bangkrut atau merugi, ke perusahaan lain, atas restu Microsoft."Ya, kami melakukan bisnis tersebut," kata Jonathan Horley, salah seorang direktur di Disclic. "(Bisnis ini) sudah direncanakan sejak satu setengah tahun sebelumnya. Sebelumnya, banyak perusahaan tidak menganggap lisensi software sebagai sebuah aset, tapi ini membantu mereka menyadari hal tersebut," ungkapnya seperti dikutip detikinet, Jumat (11/11/2005) dari CnetNews.com.Tindakan Disclic ini legal. Karena ada suatu celah di undang-undang kepailitan di Inggris, dan salah satu klausa di antara sekian banyak skema lisensi Microsoft, memungkinkan lisensi per volume (volume licensing) yang sudah tidak dipakai lagi, untuk dipindahtangankan. Hal ini yang membuat tindakan Disclic jadi legal. Lisensi yang ditawarkan Disclic berkisar antara 20 sampai 50 persen lebih murah dari harga resmi yang dipatok reseler Microsoft.Perwakilan Microsoft mengonfirmasi bahwa praktek bisnis yang dilakukan Disclic sesuai dengan ketentuan di Microsoft.MencengangkanChris Lamb, manajer lisensi software dari Basilica, penyedia solusi teknologi informasi (TI) untuk perusahaan besar, menyatakan kekagetannya saat tahu Microsoft merestui praktek bisnis tersebut."Kami belum tahu harga yang ditawarkan, tapi jika konsumen bisa membeli lisensi yang sama dengan harga sepertiga lebih murah, hal itu tentu saja sangat menggiurkan," ujar Lamb.Reseler lain juga kaget karena Microsoft membuka jalan bagi praktik bisnis yang berpotensi mengganggu penghasilan partner dan pundi uangnya sendiri."Saya belum pernah mendengar hal macam begini, dan saya kaget," kata Gordon Davies, commercial director Compusys, salah satu reseler Microsoft. "Ini jelas merampas potensi pendapatan, baik bagi reseler maupun Microsoft sendiri," ungkapnya.Davies juga mencoba menelaah apakah hal ini malah menguntungkan bagi Compusys."Bisa jadi ini adalah awal dari sebuah bisnis yang baru," kata Davies. "Mudah-mudahan keberadaan portal online yang memungkinkan konsumen menawar lisensi software milik perusahaan yang bangkrut, bisa jadi jalur distribusi baru."Microsoft tentunya harus mengawasi praktek bisnis ini dengan cermat. Berikut situs Disclic.
(ketepi/)