Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pengacara, Siap-Siap Disaingi Pengacara Virtual

Pengacara, Siap-Siap Disaingi Pengacara Virtual


- detikInet

Jakarta - Ini bukan rekayasa cerita fiksi ilmiah, tapi benar-benar akan terjadi. Sebuah firma hukum berencana menguji pengacara virtual pada awal tahun 2006. Akankah kecerdasan buatan ini menggantikan peran pengacara sungguhan? Firma hukum Buys akan mengeluarkan tiga pengacara virtual (disebut sebagai pengacara robot) yang bisa jadi akan bersaing dengan karyawannya. Mereka mengembangkan tiga buah robot yang diberi nama Stacy, Dave, dan Nathan untuk melihat apakah kecerdasan buatan akan mampu menyaingi hal-hal nyata. Menurut Reinhardt Buys, pendiri dan pengacara senior Firma Hukum Buys, ketiga robot itu akan beroperasi awal tahun 2006. "Awal tahun depan, mereka akan mampu berpendapat sesuai hukum serta memberi saran untuk konsumen," ujar Reinhardt Buys seperti dikutip detikinet, Jumat (11/10/2005) dari Businessday.com.Buys mengakui masyarakat pada awalnya mungkin akan ragu-ragu untuk berkonsultasi hukum secara virtual. "Robot tidak tidur, memiliki memori yang tidak terbatas dan, dapat melatih diri sehingga bertambah cerdas setiap hari," imbuh Buys.Robot tersebut dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan dasar masyarakat dan memberikan pelatihan materi-materi hukum secara elektronik. "Meskipun pekerjaan mereka terbatas dan awalnya perlu dikendalikan, kami melihat hal tersebut sebagai investasi masa depan," imbuh Buys.Firma hukum Buys Inc adalah firma hukum yang memiliki spesialisasi dalam bidang hukum dan teknologi informasi. Perusahaan ini beroperasi di Afrika Selatan.Menurut sistem pakar kecerdasan buatan di University of Texas, Amerika Serikat, teknologi kecerdasan buatan mampu mendukung komputer untuk mengambil keputusan berdasar hukum yang ada. "Menurut kami, masyarakat tidak akan mempersoalkan apakah pengacara mereka merupakan kecerdasan buatan. Jika mereka memenangkan kasus dan mewujudkan perjanjian bisnis, klien akan jarang mengeluh," ujar Selmer Bringsjort, kepala tim yang mengaplikasikan logika hukum pada kecerdasan buatan. Lapangan pekerjaan untuk pengacara akan berkurang nih? (wicak/)






Hide Ads