Jumat, 25 Okt 2019 12:51 WIB

Startup Terancam Ambruk, Pendirinya Malah Diganjar Rp 23 Triliun

Fino Yurio Kristo - detikInet
Adam Neumann. Foto: Reuters Adam Neumann. Foto: Reuters
Jakarta - Startup office sharing, WeWork, terancam ambruk karena mengalami kerugian besar dan gagal IPO atau jualan saham. Pendirinya, Adam Neumann, disebut tidak becus memimpin perusahaannya sebagai CEO. Namun demikian, Adam tetap mendapatkan kompensasi besar.

Raksasa telekomunikasi Jepang, Softbank, adalah pendukung utama WeWork dengan sokongan dana hampir USD 10 miliar. Tak mau WeWork ambruk, mereka pun melakukan langkah penyelamatan dengan cara mengambil alih perusahaan bermodal uang tambahan sekitar USD 9,5 miliar.

Neumann yang beberapa waktu lalu lengser dari posisi CEO, akan diberi kompensasi USD 1,7 miliar atau di kisaran Rp 23 triliun dengan syarat ia melepaskan hak voting dan keluar sepenuhnya dari WeWork.


Secara rinci, Softbank akan membayar Neumann USD 970 juta untuk sahamnya, USD 185 juta sebagai biaya konsultasi dan USD 500 juta untuk membantu membayar utang Neumann ke J.P Morgan Chase, UBS dan Credit Suisse.

Beberapa pihak pun mempertanyakan kompensasi besar pada Neumann mengingat ia disebut berperan dalam kejatuhan WeWork, antara lain dengan gaya hidupnya yang mewah. Akan tetapi perusahaan menilai ia pantas mendapatkannya.

"Ada rasa terima kasih dari kita kepada Adam karena dia adalah orang yang membangun bisnis ini," ujar Marcelo Claure, Executive Chairman WeWork yang baru.

Upaya perbaikan performa bisnis WeWork tengah dilakukan dan kabarnya ribuan pegawai akan kena PHK. Claure meyakini WeWork sudah kembali ke arah yang benar dan tidak akan mengalami kebangkrutan.


Startup Terancam Ambruk, Pendirinya Malah Diganjar Rp 23 Triliun


Simak Video "Menkominfo Sebut Startup Pendidikan Sebagai Calon Kuat ''The Next Unicorn''"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)