Jumat, 04 Okt 2019 14:00 WIB

Habis PHK dan Aplikasi Sempat Hilang, Bukalapak Kasih Kejutan

Agus Tri Haryanto - detikInet
Aplikasi Bukalapak. Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati Aplikasi Bukalapak. Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati
Jakarta - Bukalapak mendapatkan suntikan dana segar yang bersumber dari perusahaan asal Korea Selatan, Shinhan Financial Group Co Ltd, yang tergabung dalam putaran pendanaan terbaru untuk startup unicorn Indonesia tersebut.

Penggalangan dana ini disebut-sebut membawa Bukalapak memiliki valuasi lebih dari USD 2,5 miliar atau Rp 35 triliun. Sebelumnya berdasarkan data CB Insights, startup besutan Achmad Zaky itu valuasinya di sekitaran USD 1 miliar.


Sayangnya, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (4/10/2019), tidak disebutkan berapa besaran pendanaan oleh Bukalapak, khususnya investasi yang ditanam oleh Shinhan.

Dalam putaran pendanaan ini juga, Emtek turut terlibat di dalamnya. Emtek memang berstatus 'pendukung lama' Bukalapak.


Sebelumnya, Bukalapak yang bergerak di bidang e-Commerce ini telah mengantongi suntikan pendanaan dari berbagai sumber, yakni Ant Financial, Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund, GIC dan Grup Emtek.

Adapun putaran pendanaan sebelumnya masuk ke Bukalapak pada Januari 2019 lalu. Ketika itu, Bukalapak mengumumkan masuknya tambahan modal yang berasal dari Mirae Asset Daewoo dan Naver Asia Growth Fund senilai USD 50 juta atau Rp 706,6 miliar.

Pendanaan besar itu menjadi kabar baik di tengah berbagai kabar miring yang sempat menerpa. Di antaranya PHK ratusan karyawan dan aplikasi Bukalapak sempat menghilang di Play Store, toko aplikasi Android.

Habis PHK dan Aplikasi Sempat Hilang, Bukalapak Kasih Kejutan


Simak Video "Menkominfo Sebut Startup Pendidikan Sebagai Calon Kuat ''The Next Unicorn''"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)