Kamis, 03 Okt 2019 22:42 WIB

Edan! Startup WeWork Bakar Duit Rp 39 Triliun per Tahun

Fino Yurio Kristo - detikInet
Salah satu co working space milik WeWork. Foto: Office Lovin Salah satu co working space milik WeWork. Foto: Office Lovin
Jakarta - Kejatuhan startup WeWork sedang jadi pusat perhatian di jagat bisnis maupun teknologi. Mereka sedang dalam posisi sulit karena mengalami rugi besar dan masih harus terus bakar uang. Tak heran jika sang CEO, Adam Neumann, dipecat.

Tanpa tambahan uang tunai, bisnis WeWork mungkin takkan dapat bertahan lama. "Perkiraan eksisting kami menunjukkan bahwa saat ini perusahaan tersebut membakar duit USD 2,8 milar per tahun," demikian analisis dari Bernstein.

Dengan persediaan uang tunai USD 2,5 miliar, WeWork dapat berhenti beroperasi pada tahun 2020 seandainya tidak lagi mendapatkan kucuran dana. Namun demikian, WeWork kabarnya sudah berdiskusi dengan calon investor potensial untuk menyelamatkan bisnis.


WeWork membutuhkan setidaknya USD 6 miliar agar dapat beroperasi dengan cashflow positif. Jika ada resesi ekonomi menghantam, angka tersebut bisa melonjak sampai USD 8 miliar.

Salah satu penyebab keuangan negatif WeWork adalah ekspansi yang sangat agresif. Bayangkan saja dalam 3 tahun terakhir, mereka membuka lebih dari 400 lokasi co working space baru di berbagai negara.

Untuk memenuhi kantor itu dengan startup yang mau menyewa, WeWork kabarnya memberikan diskon besar. Hal yang sebenarnya wajar di dunia real estate agar gedung mereka tidak kosong.

Namun kemungkinan, diskon yang diberikan terlalu besar sehingga WeWork terus mengalami kerugian. Pada paruh pertama 2019, WeWork merugi USD 900 juta. Pada tahun 2018, total mereka buntung USD 2,8 miliar.



Simak Video "Menkominfo Sebut Startup Pendidikan Sebagai Calon Kuat ''The Next Unicorn''"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)